Patroli-Indonesia.com, CIAMIS – Ratusan guru yang tergabung dalam Forum Guru Pendidikan Agama Islam lulus Passing Grade (FGPAIPG) Kabupaten Ciamis mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis.
Kedatangan mereka ke DPRD Ciamis itu untuk melakukan audensi tentang formasi untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah lulus Passing Grade dalam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) namun tidak masuk kuota.
Mereka diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Ciamis, Dr. Asep Saeful Rahman, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis, H. Kurniawan dan Wakil Ketua Komisi D DPRD Ciamis, Andang Irfan Sahara, dan perwakilan dari Kemenag Ciamis, Jumat (27/05/2022) di Aula Tumenggung Wiradikusuma DPRD Kabupaten Ciamis.
Kadisdik Kabupaten Ciamis, Dr. Asep Saeful Rahman setelah selesai audensi mengatakan keinginan para guru PAI yang telah lulus Passing Grade itu semuanya dapat masuk P3K. Saat ini di Ciamis masih kekurangan guru yang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Di Ciamis kita masih kekurangan banyak guru, salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan adanya rekruitmen guru P3K,” katanya.
Menurutnya, usulan guru P3K saat itu sebanyak 3000 orang. Kabupaten Ciamis mendapatkan kuota 2827 orang, adapun yang lulus untuk tahap satu sebanyak 940 orang dan tahap dua 703 orang.
“Mudah-mudahan sisa kuota yang ada dapat mereka isi ditahun berikutnya. Mengenai guru PAI yang lulus ujian P3K kalau secara teknisnya ada di BKPSM, kami berharap mereka dapat diterima untuk mengajar di sekolah,” jelasnya.
Asep mengakui bahwa di Ciamis masih banyak sekolah yang tidak ada guru PNS nya, bahkan ada hanya kepala sekolahnya saja yang PNS, justru kebanyakan guru honorernya yang mengajar.
“Dengan banyaknya kekurangan guru, maka solusinya dengan rekruitment P3K. Semoga ini menjadi peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Ciamis,” harapnya.
Ketua FGPAIPG Kabupaten Ciamis, Lili Sadili menjelaskan kedatangan Ia dan teman-temanya dari PAI yang sudah masuk P3K dan lulus Passing Grade tersebut untuk melakukan audensi dengan BKPSDM, Disdik, DPRD juga Kemenag terkait formasi P3K bagi guru PAI.
Lili berharap dari hasil audensi tersebut, baik pihak BKPSDM, Disdik, DPRD juga Kemenag bisa memfasilitasi dan memperjuangkan tuntutan mereka sampai kepemerintah pusat.

“Kedatangan saya bersama 155 orang guru PAI ke DPRD karena kuota P3K sudah habis, kemarin hanya 91 orang. Kami meminta agar ada formasi lagi bagi guru PAI, karena secara persyaratan kami ikut P3K lulus dengan Passing Grade,” harapnya
Sementara itu, salah seorang guru SDN 1 Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, Iim mengatakan bahwa Ia dan teman-temannya mendatangi DPRD Ciamis ini untuk memperjuangkan agar bisa mendapatkan formasi P3K bagi guru PAI.
Menurutnya, secara nilai mengikuti P3K dirinya lulus namun tidak masuk kuota/formasi karena kuaota yang tersedia hanya untuk 91 orang.
“Saya menjadi honorer hampir 17 tahun, kapan yang lulus ini bisa dipekerjakan sebagai P3K. Bisa lulus P3K juga bersyukur, apalagi kalau memang kami masuk kuota,” harapnya.
“Kami berharap semua pihak terkait dapat memperjuangkan nasib guru PAI yang lulus Passing Grade agar bisa ditempatkan dan mengajar di sekolah demi kemajuan pendidikan di Ciamis,” pungkasnya. (Nank Irawan)












