MPI – Lombok, NTB – Mengingat terjadinya peristiwa pengerusakan oleh oknum terhadap Hotel layang layang di tampah boleh, seriwe, jerowaru Lotim beberapa waktu lalu, tim mencoba menghubungi salah satu pengelola hotel (JY).
Dalam keterangannya (JY) menyampaikan bahwa ini adalah penyerangan fisik terparah terhadap hotel. Kamis, (2/2/2023).
“Dampak dari pengerusakan itu pihak hotel dirugikan tidak bisa kami hingga besarannya karena kami belum fokus menghitung, dan karena kami lagi fokus terhadap tuntutan hukum berat kepada para pelaku. Pungkas JY kepada tim.
Yang lebih dari dari masalah pengerusakan ini menurut (JY) adalah lemahnya peran pemerintah dalam memfasilitasi segala akses pariwisata di wilayah selatan ini, misal seperti inprastruktur jalan, listrik dan lain sebagainya.
Terlebih masalah penanganan sampah di areal wisata tampah bolek khususnya jauh dari kata sentuhan apalagi masalah masalah sosial.Hampir pemerintah tidak ada peran.
Dan upaya komunikasi terhadap kebutuhan para pelaku usaha wisata itu cendrung diabaikan dan tidak di respon sama sekali oleh dinas dan Pemda pada umumnya keluh pengelola hotel.
Terhadap kasus pengerusakan hotel kami yang lalu terang pengelola syukurnya tidak ada tamu hotel, Namun beberapa tamu yang sudah menikmati layanan kami yang dari Swedia, Itali menghubungi kami “what heaven?” Lalu kami jawab Eksident..” Keluh Pengelola lirih.
“Intinya kami berharap seluruh elemen pemerintah dan APH dapat memberikan kepastian hukum dan serius dalam menangani para pelaku, sesuai dengan hukum yang seberat beratnya supaya peristiwa tidak terulang lagi.” Harapnya.
“Karena bicara pariwisata ini bukan bicara masalah daerah lagi melainkan sudah merupakan konsumsi dunia dan kita harus malu. Tidak hanya koar koar tentang marketing langitlah tapi kalau kita sebagai tuan rumah tidak siap, ya harusnya Malu itu di rasakan juga dong oleh pemerintah Lombok timur ini. Jangan sampai investor tidak percaya lagi kepada kita,” ungkap JY.
RA












