Kekurangan Pasokan Air, Lumbung Padi Manggarai Timur Terancam Gagal Tanam

 

Patroli Indonesia, Manggarai Timur-Gising, Elar Selatan adalah lumbung padi Manggarai Timur.

Namun kurangan pasokan air menjadi masalah besar yang dihadapi para petani saat ini. Areal persawahan dengan luas hektarean itu mengalami krisis air.

Akibatnya, kini para petani di Gising, Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT itu hanya bergantung pada air hujan. Curah hujan menjadi faktor penentu bagi para petani untuk bercocok tanam.

Dengan curah hujan yang tidak menentu seperti sekarang ini, persawahan gising terancam gagal tanam. Padahal pemerintah sudah membangun irigasi untuk pasokan air di wilayah itu. Mirisnya, irigasi yang menelan uang negara  miliaran rupiah beberapa tahun lalu kini tidak berfungsi. Hal itu memberi dampak yang signifikan bagi para petani yang memiliki sawah di lokasi tersebut.

Keluhan Petani

“Bertaruh hidup di dataran Gising bagi petani saat ini merupakan sebuah perjuangan yang maha dahsyat. Hampir sebagian areal persawahan Gising terancam gagal tanam, sebab curah hujan di dataran ini berkurang dan tidak menentu”, ujar Herman Tojong, ketua P3A Moroteo Gising. Senin, (24/1/2022).

Ia melanjutkan, areal persawahan yang berstatus sawah tunggu hujan tersebut mengalami kesulitan air. Banyak petani mengeluh dan tak berdaya. Saat ini aliran irigasi dari Wae Nimbar juga tidak bisa masuk di dataran persawahan sebab saluran irigasinya sudah rusak sejak tahun 2014 lalu.

“Sudah disampaikan ke Pemda Matim namun hanya sebatas foto- foto saja. Mungkin programnya sebatas program foto foto”, tandasnya.

Proyek Irigasi Gagal

Diketahui beberapa tahun lalu, pemerintah Provinsi NTT konsentrasi untuk pembangunan irigasi di area persawahan tersebut. Pemerintah NTT  mengalokasikan dana yang begitu banyak untuk proyek tersebut.

Petani menilai, proyek tersebut tidak berdampak untuk mereka. Baru selesai dikerjakan, irigasinya rusak. Bahkan ada tembok – temboknya yang sudah roboh.

“Saluran bendungan Wae Muli. Tiada setetes pun yang masuk ke sawah Gising. Padahal bendungan dan saluran ini menelan biaya miliaran bahkan triliunan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, proyek irigasi tersebut dikerjakan bertahun-tahun, namun hasilnya nihil. Ia katakan, Pemerintah Provinsi seakan jauh sekali dari masyarakat, gagalnya proyek tersebut pemerintah seakan tutup mata dan telinga. “Mereka sengaja melupakan masyarakat petani dataran Gising. padahal Gising adalah lumbung pangan di Manggarai Timur,” tandas Herman Tojong.

Ia juga menegaskan, untuk semua pihak yang berkepentingan agar memeriksa semua pihak yang terlibat dalam proyek pengerjaan irigasi gagal tersebut.

(IA/PI NTT)

Pos terkait