MPI, GOWA – Mencuat ada penampakan ketua Bundes yang diduga, ada bau busuk dari awal sampai sekarang dana bundes di kuasai seorang diri, sesuatu yang harus dibagi ke mayarakat yang membutuhkannya, tetapi sebaliknya itu bisa dikatakan monopoli serta sama seperti upaya memperkaya diri sendiri.
Seperti penyertaan modal BUMDes di Desa Jipang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa yang seharusnya di bagi untuk modal usaha meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.
Tetapi justru sama seperti dikuasai sendiri Ketua BUMDes, Mannyingarri Dg.Rurung.
Sumber MPI menyebut bahwa hingga tahun ini 2025, modal BUMDes Jipang sudah mencapai angka Rp.500 juta tetapi tidak ada yang menjadi tambahan modal masyarakat pengusaha kecil atau pedagang kali lima. Jum’at (27/2/2025).
Sumber mengatakan bahwa menguasai sendiri modal BUMDes, itu sudah pelanggaran besar, karena tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pelayanan serta pertumbuhan perekonomian masyarakat.
BUMDes kata sumber bisa membangun lembaga keuangan untuk membantu warga masyarakat mendapatkan akses modal dengan cara yang mudah dengan bunga semurah mungkin.
Tetapi karena dikuasai sendiri Ketua BUMDes sehingga kebanyakan pedagang kaki lima di Desa Jipang hanya jadi penonton.
Ketua BUMDes Jipang, Mannyingarri Dg Rurung saat dikonfirmasi tim media Via WhatsAppnya, Jumat (27/2/2025) mengatakan pertama bukan Rp.500 juta tetapi hanya Rp.300 juta, kedua dia mengakui menguasai sendiri modal BUMDes, karena kalau dibagi ke masyarakat bisa saja tenggelam.
Ketika dicari tau penggunaan modal BUMDes, Dg Rurung mengaku menggunakan usaha jual beli beras dan gas Elpiji.
Keuntungannya katanya sudah mencapai angka puluhan juta rupiah disetor ke Kas Desa, akan ditelusuri buktinya kemudian. TIM












