Pabrik Peleburan Alumunium Dapat merusak Pencemaran Lingkungan

  • Whatsapp
Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroli-indonesia.com – TANGERANG – Diduga Pabrik Tidak berizin Tim media patroliindonesia mendatangi pabrik peleburan Alumunium di Kampung Ranca Kebo RT.012/04 no:15 Desa Mekar Jaya kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Lokasinya di tengah pemukiman penduduk, dan  bangunan pabrik, Tim sebelum nya sudah menemui Mandor pabrik yang pada saat itu telah selesai bekerja melakukan peleburan alumunium, Senin (22/11/2021)

“Dia (mandor pabrik) mengatakan bahwa pemiliknya sedang tidak berada di tempat alias sedang berada di luar, Pabrik peleburan alumunium ini yang diduga Tidak memiliki izin Lingkungan, izin Amdal dan Masih terus produksi, karena dari asap pembakaran Karbon dioksida akan mencemarkan lingkungan dapat menimpulkan dampak yang sangat berbahaya bagi warga sekitar dalam waktu yang lama.

Bacaan Lainnya

Karena pemilik peleburan Alumunium tidak ada ditempat kami tidak bisa mengkonfirmasi tentang keberadaan kegiatan yang di lakukan di areal pabrik tersebut,

“Namun mandor yang bertanggung di pabrik tersebut mengatakan dengan jelas bahwasannya benar tempat ini sebagai peleburan alumunium, mandorpun menjelaskan kepada tim Patroliindonesia baru saja selesai pekerjaannya dalam peleburan alumunium tersebut,” Ungkapnya kepada wartawan.

Dengan adanya Laporan dari masyarakat mengenai pabrik peleburan  alumunium yang di duga tidak memiliki izin, kami akan mendatangi untuk konfirmasi ke kantor Dinas terkait tentang Lingkungan Hidup, dan menanyakan perizinan Lingkungan serta Tata Ruang, Surat keterangan Domisili Usaha (SKDU),Amdal dan lain-lain.kami pun melihat para pekerja sedang beraktivitas melakukan kegiatan memindahkan alumunium batangan tersebut, kamipun mendokumentasikan lokasi pabrik.

Kedatangan tim Patroliindonesia ke pabrik peleburan aluminium itu dalam rangka pengawasan dan pengendalian penegakan peraturan daerah.kamipun datangi kecamatan setempat untuk konfirmasi Lokasi pabrik peleburan Alumunium,

Maka penerapan pasal yang dapat di cantumkan tentang lingkungan hidup

Dalam UU ini tercantum jelas dalam Bab X bagian 3 pasal 69 mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya dan beracun (B3), memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Larangan-larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tercantum pada Bab XV tentang ketentuan pidana pasal 97-123. Salah satunya adalah dalam pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)

 

(Reporter/Tim)

 

Facebooktwitterlinkedinmailby feather

Pos terkait