MPI, TANGERANG – Sangat disayangkan masih saja terjadi kasus kontra Jurnalist di lapangan. Tragedi seorang wartawan yang mengadu telah diintimidasi dengan menjegatnya secara berkelompok yang mengaku sebagai karyawan pabrik pada perusahaan Expor impor di Tangerang.
Pasalnya karyawan Gudang /Pabrik yang menganggap awak media dengan orang LIN (Lembaga Investigasi Negara) akan mengganggu dan akan mencari masalah, padahal tugas jurnalis mempertanyakan tentang dugaan kegiatan yang tanpa izin Export import hanya untuk meluruskan dengan meminta keterangan informasi yang telah diterima sebelumnya sepihak agar berita dapat akurat dan berimbang.
Namun selanjutnya, penolakan dengan keras yang mengintimidasi wartawan di lokasi gudang / pabrik itupun terjadi.
Hal itu pun menjadi sorotan tajam yang membuat beberapa tokoh hingga pakar hukum turut berkomentar dan meminta ketegasan dari Aparat Penegak Hukum.
“Untuk itu saya juga minta kepada Ketua Dewan Pers bekerjasama dengan Kapolri membuat Pos Laporkan atau Poslap yang berguna untuk menerima laporan atas kejadian anarkis yang dialami para awak media di Indonesia”, ujar prof Dr Sutan Nasomall, SH., MH sebagai Pakar Hukum Internasional yang juga selaku Ekonom saat menjawab materi pertanyaan para Pemimpin Redaksi media Cetak online di kantornya, Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta, Minggu (16/8/2025).
Dikatakan oleh Prof Dr, Sutan Nasomall, bahwa selama ini di Dewan Pers kurang keberpihakan kepada wartawan, sangat disayangkan, mudah-mudahan dengan pengurus baru Dewan Pers, kedepan ada perubahan ke arah keberpihakan kepada wartawan.” Imbuhnya.
“Dengan itu tadi, membuka Poslap untuk wartawan di Indonesia agar ada dampak perubahan yang sistematis di tubuh Dewan Pers itu sendiri”, pungkasnya.
Disisi lain, Fadlli Achmads Am, sebagai Ketua DPD AWII Provinsi Banten (Aliansi Wartawan Independen Indonesia) yang lebih dikenal dengan sapaan Emphe juga menyatakan, bahwa karyawan tersebut telah merendahkan dan jelas menghina Marwah Insan Media dalam Kebebasan Pers. Dirinya meminta Pihak APH untuk segera menindak tegas pelaku karyawan tersebut yang telah menodai citra profesi jurnalis. “Saya minta ini segera laporkan dan harap Aparat Penegak Hukum bisa menindak tegas para pelakunya.” Tegas Emphe kepada rekan wartawan di AWII, menambahkan statement Narasumber Prof Dr Sutan Nasomall, SH., MH selaku Pakar Hukum Internasional, Ekonom juga Presiden Partai Oposisi Merdeka dan Jenderal Kompi, Pendiri, Pimpinan dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Jakarta.
(Saeful Bahri/Tim)












