MPI, Jabar – Setelah sekian lama Ki Kusumo menolak tawaran menjadi Calon Legislatif (Caleg), kini di Tahun 2024 ini, Ki Kusumo menerima pinangan Partai Demokrat utk maju menjadi Caleg untuk DPR RI Dapil 8 Jawa Barat yang terdiri dari kabupaten Indramayu, kabupaten Cirebon dan kota Cirebon.
Dan salah satu pertimbangan Partai Demokrat menempatkan Ki Kusumo di Dapil 8 Jawa Barat ini karena Ki Kusumo
lahir dan besar di kota Indramayu.

Lahir dari keluarga muslim, Ki Kusumo dengan nama asli Adhi Kusuma Wahab, semenjak kecil bertempat tinggal kota Indramayu, tepatnya di belakang Pasar
Mambo, Lemahabang.
Di kota Indramayu juga, Ki Kusumo sejak usia muda telah rajin berlatih ilmu
beladiri, mengenyam pendidikan di kota Indramayu hingga SMA, tepatnya di SMAN1 Kota Indramayu, kemudian kuliah di kota Jakarta hingga selanjutnya
bertempat tinggal di Kota Bekasi.


Dirinya melatih beladiri sejak usia muda membuat Ki Kusumo terbiasa bertindak jujur dan adil. Inilah yang selanjutnya menjadi pegangan Ki Kusumo dalam melangkah dan memimpin LSM pada Komando Pejuang Merah Putih (KPMP).
Sebagaimana kita ketahui, Ki Kusumo merupakan Ketua Umum LSM Komando Pejuang Merah Putih yang beraliran nasionalis dengan Markas Daerah dan Markas Cabang di seluruh Provinsi
di Indonesia.
Falsafah Jujur dan Adil inilah yang juga menjadi pegangan Ki Kusumo selama melakukan sosialisasi dan kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) di Dapil 8 Jawa Barat.
Berbeda dengan caleg lain yang kemungkinan lebih banyak menawarkan materi untuk merebut suara pemilih, Ki Kusumo menjauhi praktik pemberian uang dan dirinya fokus pada kegiatan pengobatan gratis kepada Masyarakat di Dapil 8 jawa Barat ini.
“Pemberian materi baik berupa uang maupun sembako selama masa kampanye caleg, tidak mendidik dan seakan membodohi rakyat, bahwa suara rakyat bisa dengan mudah dibeli dengan uang. Oleh sebab itu, kami lebih menitik beratkan kegiatan kampanye pada kegiatan pengobatan dan memberikan kesembuhan bagi masyarakat,” ujar Bapak Ismail selaku Kepala Divisi Hukum LSM KPMP yang senantiasa
mendampingi kegiatan kampanye pengobatan gratis Ki Kusumo.
Walaupun sulit dibuktikan, namun sudah menjadi rahasia umum kalau banyak caleg yang daripada bersusah payah melakukan sosialisasi dan kampanye di Masyarakat, lebih memilih melakukan serangan fajar untuk merebut suara.

Seperti yang baru-baru ini diberitakan di media online suaramerdeka.com
Tgl 16 Februari 2024, mengangkat judul berita : “Dua Tim Sukses Caleg di Sumut Datangi Warga Minta Uang Serangan Fajar Dikembalikan”.
Maraknya pemberitaan mengenai hal serangan fajar itu, Markas Besar KPMP dengan inisiatif sendiri membentuk Tim Pengawasan Penghitungan Suara khususnya Dapil 8 Jawa Barat dengan Kordinator team, Sdr Freddy Kwan yang pada kesempatan ini menyampaikan bahwa selain melakukan monitoring digital, juga telah dibentuk tim pengawasan di lapangan untuk
melakukan pengecekan dan cross check informasi potensi kecurangan terutama saat penghitungan suara di KPUD.
“Pemantauan kami melalui situs
KPU, hingga tanggal 15 Februari 2024, Pkl. 23.30, perolehan suara Ki Kusumo (Adhi Kusuma Wahab) diantara sesame caleg Partai Demokrat Dapil 8 Jawa Barat adalah yang tertinggi, yaitu sebanyak
5.102 suara, setelah itu caleg Partai Demokrat petahana nomor urut 1 mengumpulkan 4.031 suara, selebihnya di angka 3000an, dan 2000an suara.” Kata Freddy Kwan.

Tim Pengawas lain, Sdr Robert Aditya Wiryono menambahkan harapannya agar KPUD benar-benar dapat menjaga Amanah Masyarakat dengan menjaga kejujuran dalam penghitungan suara baik secara manual maupun penggunaan sarana digital.
“Untuk tim lokal di lapangan, kami juga telah membentuk team pengawasan penghitungan suara di KPUD. Terdapat beberapa tim yang dipimpin oleh antara lain : Affan, Danuri, Azis, mansur, Fahmi Arief, Coros dan Ari”tambah Robert Aditya Wiryono.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Iwan Pitung, selaku Panglima Markas Besar KPMP menyampaikan bahwa KPMP telah menyiagakan pasukannya di Jawa Barat sebanyak 100.000 orang dan siap turun menggeruduk pihak manapun juga bila ditemukan adanya unsur kecurangan, termasuk KPUD.
Menjelaskan pada masa kampanye dan
kegiatan Ki Kusumo, Bapak Iwan Pitung
menambahkan, “selama masa kampanye Ki Kusumo setiap hari mengadakan pengobatan gratis di 5 lokasi berbeda, dengan jumlah masyarakat yang hadir di setiap lokasi sekitar200 orang. Jadi selama masa kampanye, Ki Kusumo telah berinteraksi langsung dengan
sebanyak 75.000 warga, belum lagi dari mereka secara mulut ke mulut memberitakan pemulihan Kesehatan mereka, kpd teman-teman dan keluarga. Selain interaksi langsung, juga ada sosialisasi melalui media digital, spanduk, dan sebagainya, sehingga kami perkirakan tidak kurang dari 150.000 orang yang akhirnya mengenal
Ki Kusumo di Dapil 8 Jawa Barat ini.
Hanya serangan fajar dan kecurangan yang bisa menggagalkan Ki Kusumo duduk di Senayan”. Ungkapnya seraya menutup pembicaraan dengan Patroli Indonesia.
Bapak Iwan Pitung juga mengingatkan sekali lagi kepada seluruh petugas
KPU untuk bersikap netral dan jujur dalam menjalankan Amanah dari seluruh rakyat Indonesia, terutama KPUD di Dapil 8 Jawa Barat ini.
Oleh : PatroliIndonesia.com
Foto : Kenken “Wiro Sableng 212” turun gunung membantu kampanye
Ki Kusumo di Kota Cirebo












