Patroli-Indonesia.com, CIAMIS – Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat.,MM membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji terhadap sekitar 508 calon jemaah haji, di Gedung Islamic Centre Ciamis, Rabu (01/06/2022).
Dalam sambutannya, Bupati menghimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan dan melakukan pola hidup sehat sejak persiapan keberangkatan sampai kembali lagi ke tanah air.
“Saya titipkan kesehatan, cuacanya disana sedang msim panas, mudah-mudahan bapak/ibu kuat, selamat dan bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan lancar. Semoga dapat menyandang haji yang mabrur dan mabruroh,” harapnya.
Setelah jeda sejenak, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan informasi kesehatan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo.,M.MKes diantaranya tentang kebijakan pelaksanaan ibadah haji tahun 2022.
Kadinkes menjelaskan bahwa, sesuai Surat Edaran Pusat Kesehatan Haji no. HK. No. 02.03/1/460/2022 dan Surat Dirjen PHUno. B-14000/DJ/DT.II II/KS.02/05/2022 ada beberapa informasi yang harus diketahui dan dilaksanakan diantaranya, Pemeriksaan RT-PCR sebelum masuk embarkasi minimal 3×24 jam, Vaksin covid-19 lengkap dan telah diinput di aplikasi peduli lindungi dan siskohat sebagai persyaratan visa haji, Vaksin meningitis diinput di siskohatkes, Sebagai antisiasi dan deteksi dini, jemaah melakukan pemeriksaan PCR pada H-14 dan H-3 sebelum keberangkatan.

“Vaksin meningitis disegerakan maksimal tanggal 20 Mei 2022 sudah diinput di siskohatkes kecuali jemaah yang belum melengkapi dosis ke tiga Covid-19 karena belum saatnya,” ucapnya.
Diungkapkan Kadinkes, H-14 keberangkatan, jemaah haji harus melakukan isolasi di rumah masing-masing. Jika hasil tes PCR H-14 positif, jemaah haji memiliki kesempatan untuk isolasi sesuai aturan kesehatan. Semua pendamping dan kru bis melakukan PCR pada H-3 keberangkatan dan dapat dilakukan antigen tes pada saat pemberangkatan. Armada bis yang digunakan harus steril dan dilakukan desinfektasi sebelum keberangkatan.
“Makanan dan tempat transit harus memenuhi standar kesehatan dan mencegah penularan penyakit pada para jemaah. Petugas kloter membantu proses kegiatan dalam pelaksanaan persiapan pemberangkatan ibadah haji,” jelasnya.
Kadinkes juga berharap agar para jemaah memahami kondisi cuaca dan lingkungan sekitar sehingga mampu mengatasi dan mengantisipasi faktor risiko kesehatan dampak kondisi cuaca secara mandiri.
Sementara itu Kepala Bidang P2P, H. Acep Joni Heryanto.,S.Kep.,Ners.,S.Sos.,MM menyampaikan beberapa kemungkinan gangguan kesehatan yang terjadi diantaranya, Heat Stroke; adalah kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40 derajat celcius atau lebih, Dehidrasi, Masalah pernafasan dan Kaki melepuh
Pihaknya berharap jika mengalami keluhan kesehatan selama menjalankan ibadah haji, jemaah dapat menghubungi petugas pendamping untuk melakukan konsultasi.
“Selamat menjalankan ibadah haji. Semoga dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (NI/ND)












