Patroli-Indonesia.com, NGAMPRAH, Bandung Barat – Seorang warga masyarakat komplen terkait NO NOP Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas nama istrinya yang hilang menjadi atas nama tetangganya yang kebetulan lokasi tanah rumahnya berdampingan.
No NOP (3206.210.005.008.0398.0.) yang tadinya atas nama berinisial (YM) berubah menjadi atas nama Agus Sudrajat.
Perubahan tersebut di ketahui suami (YM) Berinisial (CP) setelah membayar kewajiban pajak bumi dan bangunan (PBB) di situ bukan atas nama istrinya, telah berubah menjadi nama tetangganya atas nama Agus Sudrajat.
Lalu CP berinisiatif untuk mengecek lagi ke pihak DPPKAD, ternyata pas di cek ke bagian pelayanan, menurut pegawai DPPKAD di tahun 2021 telah terjadi pengalihan nama (YM) ke nama Agus sudrajat.

“Maaf Pak jangan menyalahkan pihak kami, di sini di cek ternyata pada tahun 2021 sudah ada pengajuan terjadilah peralihan nama dari nama istri bapak ke nama Agus sudrajat,” katanya, Jumat (17/06/2022) di Gedung C lantai 1 tepatnya di Dinas DPPKAD.
“Jadi untuk sekarang lebih baik bapak menanyakan kepada atas nama Agus sudrajat untuk menanyakan siapa yang mengerjakan pada waktu itu”, kata pegawai Dinas.
Kepada awak media Patroli Indonesia CP menerangkan kronologis awal terjadinya permasalahan tersebut terjadi pada tahun 2021 PBB atas nama istrinya yang berlokasi di Desa Batujajar Barat, waktu membayar PBB pada tanggal 29 juni 2021 masih nama istrinya.
“Nah ketahuannya pas kemarin bayar PBB bulan Juni tahun 2022 nama istri saya tidak ada, setelah di cek NOP nya, ternyata muncul dengan nama Agus Sudrajat dengan NOP yang sama,” ujarnya.
“Yang jadi pertanyaan siapa yang merubahnya, ko bisa satu No NOP dua nama dan yang paling dulu mempunyai No NOP PBB itu nama istri saya”, tandas CP.
Untuk selanjutnya CP akan mengungkap permasalahan ini, dan akan melaporkannya ke pihak Aparat penegak hukum.
“Saya akan melaporkan perkara atau permasalahan ini ke pihak berwajib, supaya bisa terungkap siapa dalang di balik semua ini, karena saya ada bukti istri saya pemilik No NOP (SPPT) yang pertama,” pungkasnya. (Asep Cahyana)












