Patroli Indonesia | Borong, NTT – Talk show menjadi program rutinitas tahunan SMAN 3 Borong. Tema yang diangkat beperdomaan pada realitas yang kehidupan dimana memiliki korelasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMAN 3 Borong, Konstantinus Eferson Rada, S.Psi, kepada media ini usai talk Show yang bertema Refleksi Filosofis Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dalam Perspektif Budaya Manggarai” pada selasa, (23/11/2021).
Ia mengatakan, budaya dan nilainya tidak bisa dilepas pisahkan dari dunia pendidikan. Moralitas hancur disebabkan kelalaian kita terhadap nilai-nilai budaya.
“Kegiatan hari ini, salah satu implementasi program sekolah penggerak. Predikat sekolah penggerak itu harus bergerak, tidak bisa berjalan ditempat.
Oleh karenanya, lanjut Konstantinus, SMAN 3 Borong gandeng semua stakeholder untuk mewujudkan visi sekolah itu.
“Kita butuh media, komunitas, LSM dan tokoh adat untuk membangun SMAN 3 Borong.” Ungkapnya.
Semua pihak yang membantu dengan peran dan caranya masing-masing dalam membangun SMAN 3 Borong, konstantinus optimis sekolah yang dinahkodainya itu suatu saat akan menjadi besar.
“Terimakasih sudah mau menjadi bagian kegiatan SMAN 3 Borong selama ini. Budi baik semua pihak hanya bisa balas dengan kata terimakasih. Tanpa kita semua, SMAN 3 Borong tidak menjadi seperti sekarang.” Pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kedua nara sumber, Rm. Dr. Inosentius Sutam, Pr dan Drs. Antony Bagul Dagur, M.Si dikenal sebagai akademisi dan budayawan Manggarai, seluruh civitas akademika SMAN 3 BORONG sebagai penyelenggara kegiatan, KAPOLSEK BORONG, SMK TIARA NUSA, DITJENBUD, SDK SITA, SMAN 2 BORONG, SMK CINTA DAMAI, SMAN 1 BORONG, UNIKA ST.PAULUS RUTENG, KORAMIL 1612-04/BORONG, KALANGAN PERS, PPAT/WAERECA, RUMAH BACA AKSARA dan PEMANGKU ADAT GENDANG WATANG serta masyarakat sekitar.















