MPI, Mbay – Anggota DPRD Propinsi NTT Fraksi dari Partai Persatuan Hati Nurani Rakyat (Hanura) Paulus Lobo, S.Fil temui sejumlah masyarakat pada reses ke-2 di kelurahan Danga, kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo, Selasa (18/3/2025).
Sebagai anggota Komisi II yang bermitra dengan OPD pada bidang perekonomian, Paulus Lobo dominan menyerap aspirasi warga berprofesi sebagai petani yang mengelola sawah Irigasi Mbay.
Banyak persoalan yang dihadapi petani Mbay kaitannya dengan pengelolaan lahan yakni kekurangan benih,alsintan dan kelangkaan pupuk bersubsidi serta beredarnya pupuk palsu yang sedang marak diperbincangkan warga petani.
“Di reses ke-2 dalam Kota Mbay tepatnya di Kelurahan Danga kali ini, sebagian besar kita menyerap aspirasi warga dari sektor kehidupan pertanian. Ini yang akan kita sampaikan secara kelembagaan dan sektor pertanian menjadi prioritas dan akan kita kordinasi dengan pemerintah di tingkat propinsi”. Papar Paulus Lobo yang juga Sekertaris Fraksi Persatuan Hati Nurani Rakyat tersebut.
Paulus Lobo juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap beredarnya pupuk palsu yang lagi marak diperbincangkan di berbagai daerah.
Hasil diskusi dengan para petani di beberapa tempat kunjungan, Paulus Lobo banyak mendengar keluhan warga petani soal kualitas pupuk yang sangat rendah. Kuat dugaan petani bahwa pupuk tersebut Palsu.
“Berkaitan pupuk palsu kami pernah angkat persoalan ini saat bertemu orang orang kementerian pertanian. Kita banyak dengar cerita petani, ketika pupuk di siram ke tanaman, padi maupun palawija, bukan subur malah tambah kerdil dan rusak. Dan kalau demikian maka bisa jadi itu pupuk palsu. Itu kami sampaikan ke pihak Kementan saat raker beberapa waktu lalu.” Terangnya.
“Dan ini akan kita sampaikan ke Pemprov untuk sama – sama mengawasi pergerakan peredaran pupuk palsu tersebut. Dan kami berharap ini bisa ditertibkan”. Tambahnya.
Paulus Lobo juga menyinggung kebutuhan dasar petani lainnya yakni benih unggul dan ketersediaan alsintan. Mengingat pola tanam serentak yang sedang diterapkan Pemda Nagekeo, maka ketersediaan alsintan harus memadai. Sehingga metode tanam serentak bisa berjalan dengan baik.
“Bicara kesediaan alsintan ini sangat penting, dan ini akan kita suarakan di lembaga nanti. Bagaimana petani bisa cepat kerja kalau kekurangan alsintan. Yang lain sudah panen yang lain baru bajak. Karena Mbay menjadi lumbung beras NTT,maka kita akan koordinasikan dengan pemerintah soal ini. Ini menjadi prioritas kita. Begitupun ketersediaan benih unggul. Hasil panen bagus tergantung benih, unggul atau tidak. Dan ini gayung bersambut dengan program Presiden kaitan dengan Makan Bergizi Gratis. Ketersediaan pangan, baik beras, palawija dan sayur mayur harus cukup.” jelasnya.
Paulus Lobo yang juga adalah bagian dari Tim Transisi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT ini menginformasikan kepada masyarakat untuk tetap tegar dan jangan menyerah pada kondisi APBN maupun APBD yang sedang tidak baik-baik saja sehingga permintaan-permintaan masyarakat yang berhubungan langsung dengan pembangunan infrastruktur untuk sementara tertunda. Prioritas anggaran diperuntukan bagi ketahanan pangan masyarakat dan program makan bergizi gratis yang menjadi program Presiden Prabowo.
“Kita tangkap peluang ini. Masyarakat akan terlibat dalam menyukseskan program MBG dan Ketahanan Pangan dengan menjadi produsen bahan makan. Untuk itu sejak sekarang mari kita menyiapkan lahan-lahan perkebunan kita, untuk kemudian ditanami padi, jagung, palawija dan hortikultura lainnya. Apabila ada informasi terkait pelaksanaan program – program itu, tentu kami bersama pemerintah akan berkoordinasi dengan bapak mama sekalian,” ajak Paulus Lobo dan sekaligus utusan masyarakat Kabupaten Nagekeo.
Untuk diketahui Komisi 2 DPRD Propinsi NTT yang membidangi perekonomian meliputi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Koperasi dan UKM, Perekonomian dan ADM Pemerintahan, Peternakan, Pariwisata dan Dinas Perindustrian Perdagangan (MPI).












