Rumah 70, Menjadi Rumah Para Pelaku UMKM di Bandara Soekarno Hatta

Patroli Indonesia | JAKARTA – Rencana Pembangunan yang terus mengiringi program nasional untuk indonesia Maju semakin bertumbuh, baik di wilayah pusat dan semua daerah berkembang terlebih dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di sektor Usaha Mikro yang selalu mendapatkan dukungan dari pemerintah dan juga seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali bagi Para Alumni SMAN 70 Bulungan yang saat ini turut andil demi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan di masyarakat UMKM.

Alumni SMAN 70 laksanakan Pembangunan 70 rumah para UMKM di Bandara Soekarno Hatta.

Para alumni SMAN 70 Bulungan yang dimotori oleh Sembilan orang alumni dari berbagai Angkatan membuka gerai RUMAH 70 di Terminal Keberangkatan 2D Bandara Soeta pada Sabtu 12 Maret 2022 yang lalu.

Acara dibuka oleh Ibu Nur Asia Sandiaga Uno sebagai salah satu alumni SMAN 70 dan juga pembina UMKM.

Dalam pengarahan pembukaannya Ibu Nur Asia Sandiaga Uno mengatakan, bahwa apa yang dilakukan para alumni SMAN 70 Bulungan ini dapat menjadi contoh bagi para alumni SMAN lainnya untuk membuat wadah usaha bagi para alumni sekolahnya dan mengembangkan UMKM hasil karya para alumni menjadi usaha yang bisa dibanggakan dan layak jual.

Sebagaimana diketahui SMAN 70 adalah penggabungan SMAN 11 dan SMAN 9 yang berada bersebelahan di satu kompleks di Jl. Bulungan Blok C No.1, Jaksel yang berjalan hingga 19 tahun. Hingga akhirnya pada 3 Oktober 1981, terpaksa dilakukan “penyatuan” dua lokasi sekolah yang “bertetanggaan” tersebut dengan nama baru: SMA Negeri 70  Jakarta.

Alasan utama penggabungannya, mengingat kedua sekolah yang lokasinya berhimpitan ini, sering terlibat “perkelahian pelajar” dengan “intensitas” dan “kualitas” tawurannya tidak bisa diredam lagi oleh pihak aparat keamanan masa itu. Akhirnya turunlah Surat Keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kanwil DKI Jakarta No. 1779/I01.10/1981 untuk melebur kedua sekolah tersebut.

Untuk mengambil “momen sejarah” dari peristiwa penggabungannya, dipilihlah Hari Jadi ABRI (kini TNI) pada 5 Oktober 1981, sebagai momen Hari Ulang Tahun SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta. Dengan lulusan pertamanya berijazah SMA 70, pada angkatan kelulusan tahun 1982, sedangkan angkatan pertama yang telah menggunakan raport dan ijazah SMA 70 Jakarta adalah angkatan 1985. Karena jumlah siswanya yang sangat banyak, layaknya kesatuan pasukan militer SMA 70 Jakarta juga dijuluki  “The Big Family of The Senior High School” atau “Brigade 70”, lantaran luas lahan sekolahnya yang sangat besar dengan jumlah alumni 70 saat ini telah ada sekitar 50 ribu orang.

“Dengan jumlah alumni 70 yang begitu besar maka ini merupakan potensi yang bagus untuk dapat menciptakan lapangan kerja dan usaha diantara alumni 70 serta mengembangkan UMKM diantara alumni dengan pemasaran lebih luas,” sebagaimana dikatakan Amirah Nurnaya Sakina sebagai Chief Operating Officer Rumah 70 yang juga alumni 70 angkatan 2005.

Gagasan pendirian rumah 70 diiniasi sembilan orang alumni 70 dari berbagai Angkatan mulai Angkatan 1982 hingga 2005 yang terdiri dari M Derry Hikmah (7082), Nuriana Susanti (7085), Ichsan Tamami (7090), Reni Zulfrianti (7091), Arief Budiman (7092), Dhyni Muliari (7093), Palmosa Tegun (7093), Rizalman (7094) dan Amirah Nurnaya (7005).

Dengan bantuan serta KLenger Burger yang dimiliki juga oleh Alumni SMA 70 dan bekerjasama Angkasa Pura 2 selaku BUMN pengelola bandara SOETA serta sebagai bukti dukungan UMKM dari BUMN melakukan kerjasama membangun KIOS RUMAH 70 di Terminal 2 bandara SOETA sebagai wadah UMKM alumni SMAN 70.

*(NN)

 

Pos terkait