Saung Ayub Sulap Bantaran Sungai Jadi Ekowisata Ramah Lingkungan di Desa Pangkalan

MPI, Teluknaga, Kabupaten Tangerang- Bantaran sungai yang dulu kumuh dan nyaris terlupakan kini berubah wajah menjadi kawasan ekowisata hijau, edukatif, dan ramah keluarga berkat inisiatif Saung Ayub. Komunitas lingkungan yang berdiri sejak Juni 2019 ini digagas oleh tokoh pemuda Desa Pangkalan, Marhumi, dan kini memiliki 10 anggota aktif. Dukungan kuat datang dari Marwan, S.Pd, anggota Bamus Tangerang Utara, yang turut menjadi mentor dalam pengembangan kawasan ini.

Ekowisata tersebut dibangun di atas lahan sekira 1,6 hektare yang sebelumnya terbengkalai. Saat ini, area itu telah dilengkapi taman edukasi, jalur pejalan kaki alami, gazebo dari bambu, serta fasilitas pengelolaan sampah organik dan non-organik. Saung Ayub juga merancang kedepannya penambahan fasilitas publik seperti MCK bersih dan layak, arena bermain anak, serta transportasi air berupa perahu susur sungai.

“Bantaran sungai ini kita manfaatkan untuk ekowisata berbasis masyarakat. Ke depan, kami akan memfasilitasi pembangunan MCK, area permainan anak-anak, dan perahu susur sungai,” jelas Marhumi kepada awak media, Rabu (28/5).

Lebih dari sekadar penataan lingkungan, Saung Ayub juga menjadi pusat edukasi masyarakat. Kegiatan seperti pelatihan pengelolaan sampah, penanaman pohon buah dan tanaman hias, serta program kebersihan rutin telah menjadi pemicu semangat gotong royong warga Desa Pangkalan.

Marwan menegaskan bahwa gerakan ini bukan semata soal ekonomi wisata, melainkan panggilan tanggung jawab generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.

“Kami ingin anak-anak muda tidak apatis. Melalui gerakan ini, kami ajak mereka menjaga alam dan menciptakan desa yang sehat, asri, dan produktif,” tegasnya.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa bangga melihat perubahan drastis di wilayah yang dulunya kotor dan terabaikan. Kini, tempat itu menjelma menjadi destinasi wisata edukatif dan bersih, memberikan ruang bermain bagi anak-anak dan peluang usaha bagi orang dewasa.

“Kami sangat mengapresiasi keberadaan Saung Ayub. Sekarang lingkungan lebih bersih, anak-anak memiliki tempat bermain, dan warga makin peduli terhadap alam,” ungkap seorang warga Desa Pangkalan.

Saung Ayub menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari gerakan kecil di tingkat lokal. Dengan semangat kebersamaan dan aksi nyata, para pemuda Desa Pangkalan berhasil menghadirkan harapan baru untuk masa depan lingkungan dan pariwisata desa.(Fadli Achmads Am)

Pos terkait