MPI, Pohuwato – Pemerintah desa Palopo mengadakan sholat Id bersama di Masjid Baiturrahman pada hari Senin, 31 Maret 2025, 1446 H.
Acara sholat Id dimulai dengan berkumpul di rumah Bapak Haris Polumulo pada pukul 6.30, sebelum rombongan berangkat menuju masjid pada pukul 6.50. Sholat Id dihadiri oleh Agus Hulubangga, kepala desa Palopo beserta jajarannya, ibu-ibu PKK desa Palopo, BPD, petugas pelaksana sholat, serta masyarakat desa Palopo. Bahkan, masjid dipenuhi oleh warga dari desa tetangga yang ikut serta dalam sholat berjamaah.
Setibanya di halaman masjid, prosesi adat dilanjutkan ke dalam masjid dengan diiringi takbir, tahlil, dan tahmid sekitar pukul 6.50, yang dipandu oleh Imam Ishak Ismail, S. Pd. Khatib Ustadz Mustafa Yasin, S. Pd.I dan Imam Djafar Pakaya yang menunggu di rumah Bapak Haris Polumulo.
Selanjutnya, khutbah disampaikan oleh Ustadz Mustafa Yasin, S. Pd. I, anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah, pada hari yang penuh kemenangan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk menyempurnakan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah.
Jemaah yang dimuliakan Allah, berbakti kepada orang tua adalah salah satu tanda keimanan dan ketaatan kita kepada Allah. Seorang anak wajib menghormati, mencintai, dan merawat kedua orang tuanya, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah mereka wafat.
Ada banyak cara bagi kita untuk berbakti kepada orang tua. Kita harus berbuat baik dan lembut kepada mereka. Ucapkan kata-kata yang sopan, tidak kasar, menunjukkan rasa hormat, dan sebisa mungkin selalu menyenangkan untuk didengar. Sebagai anak, kita juga wajib mematuhi orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat agama. Ketika sudah dewasa, kita harus membantu memenuhi kebutuhan mereka tanpa diminta, misalnya dengan memberikan dukungan finansial. Masih banyak cara lain untuk berbakti, mulai dari menjaga nama baik orang tua, membantu pekerjaan mereka, selalu mendoakan mereka, hingga bersedekah atas nama orang tua.
Jemaah yang berbahagia, mari kita ingat kembali sabda Rasulullah SAW: “Ridha Allah SWT bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah SWT bergantung pada murka orang tua.” Hadis ini mengingatkan kita bahwa jika kita ingin hidup penuh berkah dan meraih ridha Allah, kita harus berusaha sebaik mungkin untuk berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada orang tua adalah kunci untuk membuka pintu berkah, bahkan pintu surga.
Penting untuk dipahami bahwa berbakti kepada orang tua tidak hanya saat mereka sehat dan kuat, tetapi juga ketika mereka sudah lanjut usia, sakit, atau dalam keadaan lemah. Ketika mereka membutuhkan perhatian dan kasih sayang, kita seharusnya tidak merasa terbebani. Justru, ini adalah kesempatan terbaik untuk meraih pahala besar dari Allah.
Banyak kisah para sahabat yang menunjukkan betapa mereka sangat menghormati orang tua. Salah satunya adalah kisah Uwais Al-Qarni, seorang pemuda yang doanya selalu dikabulkan Allah karena baktinya kepada ibunya. Selain berbakti kepada orang tua saat mereka masih hidup, kita juga diperintahkan untuk tetap berbuat baik kepada mereka setelah mereka wafat. Salah satu caranya adalah dengan mendoakan mereka, bersedekah atas nama mereka, dan menjaga silaturahmi dengan kerabat mereka.
Oleh karena itu, jangan sampai kita melupakan jasa dan pengorbanan orang tua kita. Selalu panjatkan doa untuk mereka, karena doa anak yang saleh akan terus menjadi amal yang berharga bagi mereka yang telah tiada. Jemaah yang berbahagia, pada hari yang suci ini, marilah kita merenungkan diri. Sudahkah kita berbakti kepada orang tua dengan sepenuh hati? Jika selama ini kita pernah menyakiti hati mereka, mari kita meminta maaf dan berusaha untuk menjadi anak yang lebih baik.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk selalu berbakti kepada orang tua dan mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin Ya Rabbal Alamin. Semoga amal ibadah kita selama bulan puasa diterima oleh Allah dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Setelah sholat Id dan mendengarkan khutbah, ucapan minal Aidin walfaizin disampaikan sebagai penutup khutbah. Acara dilanjutkan dengan bersalaman dan doa bersama di rumah Bapak Haris Polumulo. Red












