Patroli-Indonesia.com, CIAMIS – Jangan khawatir, kalaupun bapa ibu tidak termasuk dari yang 75 orang, maka atas nama pribadi dan pemerintah akan bertanggung jawab.
Hal itu diungkapkan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya ketika meninjau pelaksanaan Operasi Katarak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kawali, Kamis (28/07/2022)
Operasi Katarak tersebut merupakan Bhakti sosial yang dilaksanakan oleh Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Cikampek bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis, dengan peruntukan sebanyak 75 Orang.
Bupati menyampaikan ucapan terimakasih dan selamat datang di Tatar Galuh Ciamis kepada tim BKMM Cikampek.

Kuota yang disediakan dalam Operasi Katarak dari BKMM Cikampek tersebut berjumlah 75 Orang, tetapi jumlah pendaftar mencapai 160 orang.
Para pendaftar merupakan masyarakat yang datang dari berbagai kecamatan yang berada di Kabupaten Ciamis, termasuk Pamarican, Lakbok, Purwadadi dan yang lainnya.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Herdiat meminta kepada pihak BKMM Cikampek untuk tidak hanya melayani yang 75 orang saja, tetapi pihaknya meminta agar siapa saja yang lolos skrining untuk dilayani.
“Ibu bapa sekalian jangan khawatir, kalaupun bapa ibu tidak termasuk dari yang 75 orang, saya atas nama pribadi dan pemerintah akan bertanggung jawab,” ucap Bupati.

Bupati juga mengatakan, sangat disayangkan kalau sampai masyarakat yang ingin melaksanakan operasi jauh-jauh datang ke Kawali tetapi tidak bisa dikarenakan kuotanya habis.
“Kalau misalkan 100 orang yang lolos kasian yang 25 orang lagi, saya minta untuk diselesaikan hari ini atau besok, jangan sampai ada jeda. Jika perlu sekarang langsung kita bayar,” jelasnya.
Sementara salah seorang pasien asal Kecamatan Lakbok yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan terimakasih kepada Bupati Ciamis, BKMM Cikampek, Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis yang telah membantunya. Dirinya mengatakan menderita katarak sudah 2 tahunan.
“Terimakasih Bapak Bupati dan terimakasih kepada semuanya, mata saya sudah dioperasi semoga katarak yang selama ini saya derita bisa sembuh,” pungkasnya. (Nank Irawan)












