MPI, Kota Tangerang – Pada perihal Surat pemberitahuan aksi tudingan Ijazah palsu tertanggal 15 Oktober 2025 yang menuding SEPTRA RISDA ARKING, SH
Adalah tuduhan keji yang mengada-ada saja, hal tersebut diduga kuat untuk mencemarkan nama baik dan juga kredibilitas, apa lagi tokoh wanita ini tergabung dalam beberapa Organisasi Perempuan di wilayah kota Tangerang.
Dan seperti yang ketahui, beliau saat ini sedang mengikuti proses seleksi Dirut di Perumda Pasar kota Tangerang.

Diduga kuat dengan beredarnya surat tersebut untuk menjegal atau dapat menyingkirkan SEPTRA RISDA ARKING, SH dalam seleksi Dirut PD Pasar kota Tangerang.
SEPTRA RISDA ARKING yang biasa di panggil RISDA ini menjawab tudingan ijazah palsu, kepada awak media dirinya mengatakan, “bahwa ijazah saya adalah asli dan bisa di buka di laman pangkalan data pendidikan tinggi, saya juga saat ini sedang menempuh pendidikan magister hukum atau S2 disalah satu universitas.”
Dan ditambahkan oleh beliau, “saya dan Tim masih menunggu dari pihak yang bersangkutan. Apa maksud tujuan serta minta klarifikasinya.”
“Sampai saat ini yang bersangkutan tidak dapat dihubungi, dan jelas ini sebuah tindakan melawan hukum serta merugikan pribadi saya,” ujar Risda.
Adapun surat tersebut diketahui oleh beliau dimalam hari tgl 15 Oktober 2025 sekitar jam 20.30 wib, setelah salah satu Tim mendapat konfirmasi adanya surat tersebut dan menyebutkan, ini pengirim surat dari Himpunan Pemuda Tangerang Raya (HIPTAR), yang diketahui dari Kop dan Stempel surat tersebut.
“Isi surat tersebut menyebutkan adanya penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh Septra Risda Arking, dalam proses seleksi Dirut PD Pasar kota Tangerang, disebut akan melakukan aksi pada tgl 20 Oktober 2025, di kantor Pemerintahan kota Tangerang.” Ungkap salah satu Tim.
Diduga kuat beredarnya Surat tersebut mempengaruhi hasil seleksi pencalonan Dirut PD Pasar kota Tangerang yang hasil seleksinya pun telah dipublikasikan pada Kamis lalu, 16 Oktober 2025 sekitar pukul 16.30 wib. Dengan menyatakan bahwa Septra Risda Arking tidak lolos dalam seleksi wawancara akhir. **













