Patroli Indonesia, Jakarta – Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional tentunya sangat diharapkan inisiatifnya untuk melahirkan gagasan dan ide baru untuk memperbaiki metode pelaksanaan kegiatan yang biasa dilakukan, agar lebih efektif dan efisien. Dalam hal ini sebagai pelaksana tugas untuk mencapai target-target pembangunan infrastruktur yang tercakup dalam Visium Kementerian PUPR Tahun 2030.
Adanya tuntutan kompetensi yang sesuai dengan perannya dalam melaksanakan visi dan misi Kementerian PUPR, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melalui Pusat Pengembangan Talenta melaksanakan Penilaian Potensi dan Kompetensi Online Pelaksana S1 Ke Atas Gelombang 2 yang dimulai pada 25 hingga 27 Januari 2022 dan dilanjutkan dengan pemberian feedback pada tanggal 7 dan 8 Februari 2022.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mencanangkan Visi Indonesia 2045 yang salah satu diantaranya adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi“. Pembangunan sumber daya manusia yang unggul, terampil dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan aset pembangunan nasional, karena membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia maju.
Kepala Pusat Pengembangan Talenta, Rudy Ridwan Effendi dalam sambutan pembuka mengatakan, “Pelaksanaan penilaian potensi dan kompetensi ini bermanfaat untuk penyusunan strategi pengembangan profesionalitas pegawai dan pemenuhan kebutuhan ASN di lingkungan Kementerian PUPR dalam rangka memenuhi target Kementerian PUPR,” Katanya.
“Hal tersebut juga dilakukan guna menerapkan manajemen talenta atau pola karir bagi ASN di lingkungan Kementerian PUPR,” Imbuhnya.
Peserta yang mengikuti Penilaian Potensi dan Kompetensi Online untuk Pelaksana S1 Ke Atas Gelombang 2 di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebanyak 107 peserta yakni Direktorat Jenderal Sumber Daya Air 24 orang, Direktorat Jenderal Bina Marga 42 orang, Direktorat Jenderal Cipta Karya 36 orang, dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi 5 orang. (*)












