MPI, Lampung – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung memberikan bantuan unggas ke 10 tiyuh (desa) berisiko stunting.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) melalui Divita Kepala Bidang (Kabid) via telepon selular, kamis (21/11/2024).
Diketahui ada 2.000 ekor ayam kampung betina yang akan dibagikan kepada 10 Tiyuh. Per Tiyuh mendapatkan berjumlah 200 ekor. Kemudian dikelola oleh 10 kelompok wanita ada dalam KK anak-anak beresiko mengalami stunting.
“tiga diantaranya ada di kecamatan tumijajar, tiyuh yang diprioritaskan, yang mana masyarakatnya tergolong beresiko Stunting,” kata Divita
Lebih lanjut, untuk besar anggaran sejumlah Rp. 180 juta. dengan harga Rp.58500 rupiah per ekornya sebanyak 2000 ekor dengan total harga Rp.117 juta.
“Dari sisa anggaran Rp.117 juta akan digunakan bimtek untuk 70 orang dari perwakilan setiap kelompok ada juga pendamping dari penyuluh peternakan. tujuannya untuk pemberdayaan ekonomi secara umum,” jelasnya.
Nantinya, akan direalisasikan pada triwulan kedua atau ketiga, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.
“Tujuannya untuk pemberdayaan ekonomi secara umum karena ini sasaran utama stunting itu lebih ke ternak unggas. Kemudian mengapa harus ayam yang dibagikan karena ayam juga mudah untuk dipelihara dan mudah berkembang. Pemerintah menganjurkan Anak-anak penderita stunting setiap hari diharapkan agar makan telur sehari 2 butir untuk sumber protein,” ucap Divita
“Pemberdayaan peternakan unggas ekonomi meningkat, menjaga inflasi, kemudian untuk menurunkan angka kemiskinan dengan pendapatan meningkat,” imbuhnya. (Albet)












