Patroli Indonesia, Sumsel – Pelatihan Spesifikasi Umum untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah sejak 7 Februari lalu telah sepenuhnya usai dan ditutup secara resmi, Jumat (18/2).
Pelatihan yang difasilitasi Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah II Palembang ini berhasil meluluskan sebanyak 29 ASN. 3 (tiga) peserta diantaranya berhasil memperoleh predikat peserta terbaik, diantaranya: Alfa Adib Ash Shiddiqi dari Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan sebagai peserta terbaik pertama; Eko Hadi Saputra dari BPJN Banten sebagai peserta terbaik kedua; dan Almi Mardani dari BPJN Kalimantan Selatan sebagai peserta terbaik ketiga.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Rezeki Peranginangin, dalam sambutan penutup pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi standar kompetensi jabatan sesuai Peraturan Menteri PUPR No 7 tahun 2020.
Sesuai dengan standar kompetensi Lulusan memantik ekspektasi tinggi terhadap lulusan peserta, maka setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta mampu memahami Spesifikasi Umum Untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan Dan Jembatan terkait perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, preservasi, dan pengawasan konstruksi jalan dan jembatan.
Rezeki berharap setelah menjadi alumni peserta pelatihan, para peserta dapat memberikan kontribusi yang nyata di instansi asalnya dengan mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Dalam kesempatan ini, salah satu peserta terbaik, Alfa Adib Ash Shiddiqi turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengajar atas segala bimbingannya dalam memahami spesifikasi dan juga berterima kasih kepada peserta pelatihan lainnya atas sharing ilmu di lapangan yang juga dapat memberikan gambaran nyata.
Dengan mengikuti pelatihan ini, Alfa Adib mengaku memperoleh banyak pengetahuan yang bermanfaat untuk diimplementasikan saat terjun kembali ke tempat kerja nanti, salah satunya pengetahuan mengenai spek. Sebagai pegawai yang bertugas di Bintek/Pusat yang lebih ke ranah regulasi dan pembinaan, pengetahuan mengenai spek ini dirasa sangat bermanfaat dalam proses pembinaan/kebijakan. “Hal ini karena kebijakan di lapangan tidak bisa terlaksana bila kontraktor tidak mengerjakan dengan alasan tidak dibayar oleh PPK, dengan alasan tidak ada di spek mata pembayarannya. (Maka) Pengetahuan akan spek ini membekali saya di Bintek agar dalam membina harus berfikir sampai detail di lapangan dimana mungkin banyak kendala-kendala yang tidak teridentifikasi dari perspektif Pusat,” jelas Alfa Adib.
Selain itu Alfa Adib menambahkan setelah memahami materi pada pelatihan ini, dirinya mulai harus bisa berfikir dari perspektif petugas di lapangan. Alfa Adib menjelaskan bahwa seringkali pengambil kebijakan secara politis bagus sesuai visi, namun implementasi di lapangan menemui kendala-kendala tertentu yang harus dicarikan solusinya. “Kadangkala karena wewenang dan sumber daya ada di pusat, maka solusi tersebut lebih efektif dilakukan oleh pusat. Minimal pusat tidak menjadi bagian dari masalah,” tutup Alfa Adib. (*)












