Patroli Indonesia, Palembang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggunakan berbagai cara untuk mendata dan menampilkan data spasial (data yang memiliki referensi geografis koordinat) untuk menyebarluaskan informasi kepada publik ataupun sebagai laporan kepada pimpinan. Salah satunya adalah melalui Geographic Information System (GIS) pada tiap unit organisasi di Kementerian PUPR yang mengembangkannya sesuai tugas fungsinya masing masing. Untuk menarik minat dan memenuhi kebutuhan , 18 Januari 2022 – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggunakan berbagai cara untuk mendata dan menampilkan data spasial (data yang memiliki referensi geografis koordinat) untuk menyebarluaskan informasi kepada publik ataupun sebagai laporan kepada pimpinan. Salah satunya adalah melalui Geographic Information System (GIS) pada tiap unit organisasi di Kementerian PUPR yang mengembangkannya sesuai tugas fungsinya masing masing. Untuk menarik minat dan memenuhi kebutuhan unit organisasi, BPSDM Kementerian PUPR melalui Pusat Pengembangan Jalan Perumahan dan PIW melaksanakan Pelatihan GIS Tingkat Dasar dengan Balai Kompetensi PUPR Wilayah II, Palembang sebagai pelaksana kegiatannya.
“Pentingnya Kompetensi dalam melaksanakan tugas ditegaskan dalam UU Aparatur Sipil Negara No. 5 tahun 2014 dan PP No 17 Tahun 2020, yang mengamanatkan suatu kebijakan dan manajemen SDM aparatur berdasarkan Kualifikasi, Kompetensi, Kinerja, dan Kebutuhan Instansi Pemerintah, dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas, atau yang dikenal dengan Sistem Merit. Untuk memenuhi tuntutan kompetensi di atas maka BPSDM melakukan pengembangan kompetensi ASN yang bekerja di bidang PUPR baik di tingkat Pusat maupun Daerah, agar menjadi pegawai yang kompeten di bidangnya masing-masing, melalui penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan di Balai Pengembangan Kompetensi yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia,”ujar Rezeki.
Pelatihan GIS Tingkat Dasar ini dilaksanakan secara distance learning yang dimulai 17 – 28 Januari 2022. Adapun metode pelatihan yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini adalah Asynchrounous dan Synchronous, Tanya jawab/ diskusi/ Studi Kasus, Belajar Mandiri dan Seminar. Adapun materi Pelatihan terdiri dari: Tata Ruang dan Pengadaan Tanah (Syncronous); Pengantar Infrastruktur Wilayah; Pengantar Pemetaan dan GIS; Membaca Peta; Aplikasi GPS Navigasi untuk Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Wilayah; Input Data Spasial Menggunakan Aplikasi GIS; Manipulasi Data Atribut Menggunakan Aplikasi GIS; Simbolisasi dan Layout Peta GIS (Self Learning); Studi Kasus Perencanaan Infrastruktur Wilayah Berbasis Kebencanaan dan Seminar Hasil Studi Kasus. (*)












