MPI, KOTAMOBAGU – Pelayanan dan ketersediaan pasokan untuk kebutuhan masyarakat berupa Gas LPG 3 Kg, telah diatur sesuai regulasi oleh Pemerintah, hasil pantauan media, terbukti bahwa hari ini, Selasa 07 Oktober 2025, sekian banyaknya masyarakat miskin pengguna Gas LPG bersubsidi di Kota Kotamobagu itu telantar akibat kelangkaan tabung Gas LPG 3 Kg.
Ditengah kekosongan ini, seorang ibu rumah tangga ketemu di salah satu Agen penyalur Gas LPG 3 Kg, berucap, “heran juga pelayanan Gas LPG 3 Kg ini, sudah hampir seharian saya mencari Gas 3 Kg di semua penyalurnya hingga ke warung, semua menjawab, Gas 3 Kg lagi kosong”. Ujarnya.
Lain halnya disampaikan oleh pedagang kecil, yang dalam kesehariannya hanya berharap dari hasil jualan mei bakso dan gorengan menggunakan gerobak dorong, “jika dalam 1 hari saja saya tidak jualan akibat kosongnya Gas LPG 3 Kg ini, terus bagimana dengan bahan dagangan yang telah ada ini, sudah pasti akan hamis dan selanjutnya dibuang”, keluhnya.
Hasil pantauan di beberapa pangkalan penyalur menjelaskan, “kekosongan ini terjadi akibat Agennya tidak tepat waktu, sebenarnya diawal kami biasa menerima tabung Gas LPG 3 Kg dalam seminggu hingga 3 bisa kali, namun akhir-akhir ini seringnya seminggu hanya tinggal sekali, bahkan sampai sepuluan hari baru ada pasokan”, jelas pemilik pangkalan yang tidak ingin terpublish identitasnya.
Salah seorang Aktivis, Parindo Potabuga menyatakan, ” Gas LPG 3 Kg merupakan program Pemerintah, sebab bersubsidi, tidak mungkin ada kekosongan. Diminta kepada Satgas Pangan Kota Kotamobagu agar segera bisa turun kelapangan untuk mendeteksi kelangkaan ini. Dan dugaan bahwa sering terjadi mafia Gas, dengan sengaja menampung demi untuk meraup keuntungan yang besar”, tegas Parindo Potabuga yang akrab disapa ParPot.
Hingga berita ini terpublish, pihak Agen Gas LPG 3 Kg di Kota Kotamobagu belum terkonfirmasi, dan media siap menunggu hak jawabnya untuk kelangsungan dan kejelasannya.
(*Sutimin Tubuon Ka.Biro BMR*)













