MPI Pekalongan – Suasana panas sempat mewarnai gelaran turnamen Doro Rejo Cup 2, Rabu (16/7/2025), ketika tim PS Barbara Larikan melakukan aksi protes keras terhadap hasil pertandingan yang dinilai kontroversial. Aksi ini bahkan sempat menyasar Ketua Askab PSSI Kabupaten Pekalongan, Andi Susanto, yang hadir langsung di lokasi.
PS Barbara Larikan merasa dirugikan akibat keputusan wasit yang dianggap tidak adil dalam laga krusial jelang semifinal antara tim Persesa dan Aka Krompeng. Beberapa pemain dan official PS Barbara meluapkan kekecewaan mereka dengan mendatangi panitia dan menyuarakan protes secara terbuka di lapangan.
“Keputusan wasit sangat merugikan tim kami. Ada pelanggaran jelas, tapi dibiarkan. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal keadilan dalam pertandingan,” ujar salah satu official PS Barbara.
Protes memuncak saat beberapa pihak mempertanyakan netralitas kepanitiaan dan dugaan campur tangan dalam penentuan hasil pertandingan. Ketua Askab Andi Susanto yang hadir di tengah laga, ikut menjadi sasaran kekecewaan dari pihak Barbara. Meski tidak ada tindakan anarkis, suasana sempat memanas dan pertandingan sempat terhenti beberapa menit.
Menanggapi hal tersebut, Andi Susanto menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari PS Barbara. “Kami akan evaluasi jalannya turnamen, termasuk kinerja wasit. Kritik dari tim peserta sangat kami hargai,” ujarnya singkat.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari panitia terkait protes tersebut. Namun kejadian ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan turnamen antar klub desa yang semakin diminati masyarakat Kabupaten Pekalongan. Masyarakat berharap ke depan pelaksanaan pertandingan bisa lebih transparan, profesional, dan menjunjung tinggi fair play.(Mbah Yanto)












