Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi menerima operasional Pasar Anyar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten. Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) dilakukan di Ruang Rapat Wali Kota Tangerang pada Jumat (23/5), oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Kepala BPPW Banten Luciana Angelin Naura.
Revitalisasi Pasar Anyar yang merupakan bagian dari program strategis nasional (PSN) ini menelan anggaran sebesar Rp123 miliar dan menjadi salah satu proyek prioritas untuk penataan pusat Kota Tangerang.
Menanggapi serah terima operasional tersebut, Komisi IV DPRD Kota Tangerang menekankan pentingnya perbaikan atas sejumlah kekurangan di area pasar sebelum digunakan secara penuh oleh para pedagang.
Anggota Komisi IV, Jalu Apanuddin, mengingatkan bahwa saat inspeksi mendadak (sidak), pihaknya menemukan beberapa kekurangan seperti kebocoran di beberapa bagian gedung dan pengecatan dinding yang belum rapi.

“Kami minta ini segera ditindaklanjuti agar tidak berdampak buruk ke depan. Kenyamanan pedagang harus dijaga,” tegas Jalu, Selasa (27/5).
Menurut Jalu, masih ada masa pemeliharaan proyek yang bisa dimanfaatkan untuk menyempurnakan bangunan. Ia juga mendorong pedagang agar aktif menyampaikan keluhan atau masukan langsung ke BPPW.
Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi IV, Nurhadi. Ia mengingatkan agar pihak BPPW tidak terburu-buru menyerahkan bangunan tanpa memastikan aspek keselamatan pedagang.
“Jangan abaikan keselamatan hanya karena ingin cepat selesai. Ini menyangkut banyak orang,” kata Nurhadi, Rabu (28/5).
Ia juga mengapresiasi keberadaan Pasar Anyar baru yang menurutnya telah mengubah wajah pusat Kota Tangerang menjadi lebih tertata dan layak.
“Tapi jangan sampai meninggalkan celah yang membuat kesan kumuh kembali muncul. Mari kita jaga bersama hasil pembangunan ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV, H. Supiani menyampaikan bahwa pihaknya fokus terhadap aspek teknis dan kelayakan fungsi bangunan pasar.
“Kami melihat pentingnya memastikan fasilitas seperti drainase, ventilasi, serta aksesibilitas bagi pedagang dan pengunjung berjalan optimal. Karena pasar ini ke depan akan menjadi ikon dan pusat ekonomi rakyat,” ujar Supiani.
Ia juga menambahkan bahwa Komisi IV akan terus mengawasi proses penyesuaian hingga seluruh fasilitas benar-benar layak digunakan.
“Jangan sampai ada pedagang yang dirugikan karena terburu-buru masuk sebelum bangunan benar-benar siap,” pungkasnya.
Komisi IV berharap Pemkot Tangerang dan BPPW dapat menyelesaikan sisa pekerjaan dalam masa pemeliharaan, agar Pasar Anyar bisa menjadi pasar modern yang aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.(ADV)












