Patroliindonesia.com JAKARTA – Konsorsium Kotu (Kota Tua) Mengadakan ‘Gebyar Passer Kota Tua’ bertujuan untuk mengangkat Destinasi Wisata Kota Tua.

Pesertanya datang dari pedagang binaan Kota Tua itu sendiri yakni PKL (Pedagang Kaki Lima) yang mana berjumlah hampir mencapai 500 pedagang.
“Acara gebyar bertujuan agar pedagang itu tidak lagi berjualan di atas trotoar atau bahu jalan.” Kata salahsatu panitia penyelenggara di lokasi. Sabtu, (29/10/2022).
Sebagai penyelenggara Konsorsium yang juga mendapat support dari Stakeholder setempat terkhusus Camat Tamansari, Agus Sulaeman dan Kasatpel UPK Kota Tua, Dedy Tarmizi yang sangat berharap PKL Kota Tua berkomitmen untuk bersama-sama menjaga kenyamanan di Destinasi Wisata Kota Tua.
Salah satu pedagang peserta Gebyar Passer Kota Tua, Iska saat diwawancarai oleh awak media mengatakan, “berterima kasih kepada penyelenggara dan harapannya kegiatan ini bisa berlanjut.” Harapnya.

Kemudian disisi lain Camat Tamansari, Agus Sulaeman mengatakan, “Kita yang bersusah payah ikut membangun dan menjaga Kotu selama ini harus tau bagaimana caranya bisa menata PKL Kota Tua agar lebih baik.” Ungkapnya.
Camat Agus Sulaeman beserta Kasatpel UPK Kota Tua Dedy Tarmizi dan Konsorsium sebagai penyelenggara sudah sangat berani mengambil kebijakan untuk memajukan serta memenuhi ke inginan PKL untuk bisa juga bazar di pelataran Museum Fatahillah.
Terakhir ucapan harapan penyelenggara dan pemangku jabatan yang ada, terkhusus dari Camat Tamansari dan Kasatpel UPK Kota Tua disampaikan kepada seluruh pedagang peserta Gebyar Passer Kota Tua untuk terus berkomitmen agar tidak lagi berdagang di trotoar dan bahu jalan.
Gebyar Passer Kota Tua dilaksanakan pada tanggal 28-30 Oktober 2022.
“Bila hal ini bisa dipegang komitmennya, kegiatan ini bisa terus diselenggarakan, demikian harapannya.” Pungkasnya.
( DWL / Pokjawar Kota Tua )












