Pimpinan Manajemen Indomaret Bungkam Saat Dikonfirmasi Mengenai Karyawan Arogan Kepada Pelanggan

MPI, Jakarta Barat – Beberapa waktu lalu telah terjadi adu mulut antara konsumen Indomaret dan Kasir di SPBU Tubagus Angke berbuntut Panjang, dari pihak manajemen indomaret tidak serius menyelesaikan permasalahan yang dilakukan karyawannya kepada layanan atas customer yang dirugikan. Diharap masyarakat bisa lebih waspada dan teliti menggunakan transaksi Qris my BCA, terutama di toko Indomaret SPBU Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Korban JF, berprofesi Sebagai wartawan membeberkan kepada wartawan, pada Rabu 21 Mei 2025, bahwa sampai saat ini dirinya belum ada kesepakatan dengan kasir Indomaret yang menuding dirinya pengguna Qris bohong.

Pihak management Indomaret justru mengalihkan kejadian tersebut karena kesalahan personal karyawan kepada customer. “Sedangkan kejadian tersebut awalnya sistem dari komputer kasirnya yang saya anggap sedang gangguan.” Kata JF.

“Awalnya saya mau transaksi tarik tunai DANA namun kasir menjawab tidak bisa, dan saya pun menanyakan bisa transaksi Qris gak bisa Qris BCA pelayanan atau kasir DN tidak menanyakan saya pakai Qris my BCA atau mbanking seperti apa yang dituduh kasir kepada saya.” Lanjut JF. “Perbedaan transaksi Qris my BCA dan Qris mbanking belum ada penjelasan dari pihak manajemen Indomaret.” Jelas JF kepada wartawan Rabu kemarin, 21 Mei 2025.

Selanjutnya, pada hari Senin tgl 19 Mei pihak dari Indomaret Gilang yang selaku supervisor yang bersama Manager dan 2 lainya bertemu dengan JF di halaman makam pangeran Wijaya Kusuma untuk meminta maaf atas kejadian yang telah dialami JF, namun JF meminta hadirkan kasir DN. “Jika memang ingin meminta maaf baiknya bertemu dan bersalaman,” harap JF.

Kemudian DN yang dihubungi pun hadir untuk bertemu dengan JF dan meminta maaf. Ia pun mengakui kesalahannya dengan beralasan saat itu cape dirinya sedang ada masalah di kampus tempat DN kuliah.

Selanjutnya pihak Indomaret meminta berita yang sudah ditayangkan di media online www.patroli-Indonesia.com agar di take down, namun JF menyarankan untuk hak jawab saja,l. “Karena terkait berita kewenangannya ada di Redaksi Pimpinan, dan redaktur.” tutur JF

Pihak Indomaret tetap meminta berita itu take down dengan alasan kalau tidak maka DN pasti resign atau DN akan kena sangsi diberhentikan kerjanya. “Kasihan kalau menganggur lagi,” ucap salah satu Pimpinan Indomaret tersebut.

Akhirnya JF mencoba memohon kepada Redaksi secara prosedur take down yang harus pengajuan iklan terlebih dahulu, sesuai dengan peraturan kebijakan dari sistem admin perusahaan media, namun untuk pengajuan iklan tidak disanggupi secara prosedural, kemudian memohon meminta solusi agar dibantu lagi, lanjut permohonan ke pihak Redaksi.

Selesai pertemuan sambil menunggu kabar dari Pemimpin Redaksi media patroli Indonesia, DN kembali menemui JF dengan membawa keluarganya yang bernama Supri, tapi justru di intervensi dengan pertanyaan yang menyudutkan sampai diminta buka Aplikasi My BCA dan diperiksa riwayat transaksi oleh DN.

“Namun justru di transaksi Qris itu ada dua kali notifikasi berhasil berbelanja di Indomaret yang sama.” Ungkap JF.

Selesai memeriksa handphonenya, Supri yang mengaku keluarga DN menyatakan bukti Qris dari saya sedang diperiksa oleh ahli, karena bukti Qris transaksi di Indomaret milik JF, diragukan ungkapan Supri kepada JF disaksikan DN bersama karyawan Indomaret (seorang wanita-red). Dan di pertemuan malam itu juga Supri neminta alamat kantor Redaksi dengan mengatakan dirinya besok akan ke kantor bersama pengacara dan tidak perlu tau pengacara siapa yang akan di bawa, lihat saja besok. Itu privasi,” tandasnya.

Kedatangan DN dan keluarga, dianggap mengancam JF. Ia pun mencoba untuk menghubungi supervisor Indomaret yang baru saja memfasilitasi DN meminta maaf.

JF pun menjelaskan dengan kedatangan DN bersama keluarga dan mengancam pertemuan dan permintaan maaf DN sore tadi yang dianggap tidak serius dan gugur.

Berlanjut keesokan harinya melalui pesan singkat whatsapp, Supri akan melaporkan dengan tuduhan memberikan informasi pembohongan publik melalui media yang telah mempublikasikan pemberitaan tersebut dan menanyakan tentang sejumlah nominal.

“Nominal yang sebenarnya syarat untuk pengajuan iklan dan awalnya dari pihak manajemen Indomaret memohon, bukan permintaan dari korban JF. Mendengar penjelasan dari Supri yang mengaku keluarga DN, saya pun jadi menanyakan kepada Supervisor Indomaret yang di awalnya bilang memohon take down untuk memfasilitasi dan memediasi.” Cetus JF, merasa kesal karena telah coba membantu sampaikan ke Redaksi.

Masih Lanjutnya JF menambahkan bahwa belum ada pembahasan tentang haknya sebagai konsumen yang di perlakuan kasar oleh karyawan berinisial DN tersebut, JF pun akan segera melaporkan ke Lembaga Perlindungan Konsumen atas Kelalaian pihak Manajemen yang tidak menjaga kelakuan Karyawan tersebut atas pelayanan yang baik dan semestinya.

Pos terkait