Patroli Indonesia | Manggarai Timur, NTT – Membangun dan menerapkan program sekolah penggerak, Lembaga pendidikan SMAN 3 Borong memanfaatkan lahan kosong di halaman sekolah dengan giat Hortikultura. Dengan tema “Bangun Jiwa Raganya, Kearifan Lokal dan Kewirausahaan” SMAN 3 Borong gandeng LSM GNI, Dinas pertanian Manggarai Timur, PT. Dharma Guna Wibawa (DGW) Ruteng.
Sekitar kurang lebih 500 meter lahan milik sekolah yang akan dikelola untuk usaha hortikultura. Lokasi yang berada di Golo Dopo itu terjangkau dengan pasokan air sisa dari areal persawahan masyarakat.
Melibatkan beberapa instansi guna membantu suksesnya usaha hortikultura tersebut. Sebagaimana diungkapkan Yulius Eklemis, Kepala seksi bidang Hortikultura Dinas Pertanian Manggarai Timur kepada awak media dengan menjelaskan bahwa pihaknya akan membantu pengolahan tanah dan pengadaan benih untuk usaha Hortikultura SMAN 3 Borong. Senin, (04/10/2021).
Yulius Mengaku bangga, bahwasannya ada pelaku pendidikan mau belajar bertani. Petani milenial adalah mereka yang hari ini sedang berada di bangku sekolah. Dengan mereka mau menjadi pelaku dalam usaha hortikultura, petani kita dikemudian hari tidak merasa asing alat teknologi yang semakin canggih.
“SMAN 3 Borong menjadi contoh untuk masyarakat. Jangan takut untuk memulai,” ungkap Yulius.
Yulius menambahkan, dampak positifnya untuk masyarakat adalah sekolah melibatkan anak-anak dalam bidang horti. Dengan itu, sekiranya akan mempengaruhi orangtuanya sebagaimana kita ketahui bahwa selama ini mereka hanya bergantung pada padi dan jagung. Sementara sayur, hanya bergantung pada daun ubi daripada masyarakat hanya terkesan sebagai konsumerial maka semestinya termotivasi dengan langkah yang diambil SMAN 3 Borong.
“Untuk masyarakat Matim. Mari berinovasi. Dinas pertanian Manggarai Timur akan membuka diri dengan masyarakat yang mempunyai merubah diri dan mau menambah penghasilan keluarga,” tutup Yulius.
Senada diungkapkan Andrew Winokan (CDF Yayasan Gugah Nurani Indonesia – Borong CDP) bahwa melibatkan siswa dalam usaha Horti ingin merubah pola pendeketan bertujuan memacu motivasi masyarakat.
“Dengan SMAN 3 Borong, kami siap membantu hal tekhnis,” ungkap Andrew.
Andrew menambahkan, dengan langkah ini siswa dapat membantu memberikan motivasi kepada orang tua mereka untuk mindseet dengan usaha horti sebagai sandaran ekonomi. Dengan kondisi air di wilayah 3 Desa sangat memungkinkan usaha horti.
Terpisah, kepala Desa Golo Kantar Merdianus Jehaman turut berbangga dengan kesediaan SMAN 3 Borong melibatkan pihaknya dalam bidang horti.
“Harapan saya sebagai kepala wilayah Desa Golo Kantar, masyarakat mencontohi sikap dan semangat SMAN 3 Borong,” tukasnya.
Ia menambahkan, lahan 500 meter milik SMAN 3 Borong nantinya akan menjadi kebun contoh. Di wilayah Desa Golo kantar, air dibuang kemana-mana. Namun belum ada masyarakat yang melihat itu sebagai peluang. Sehingga harapannya, untuk kedepan Desa Golo Kantar bisa menjawab kebutuhan akan sayur di Manggarai Timur bahkan untuk Manggarai Raya.
Sementara Kepala SMAN 3 Borong, Konstantinus Eferson Rada, S.Psi, kepada media mengatakan, selain mengimplementasikan apa yang siswa dapat di kelas, pihaknya mengolah lahan tidur dengan usaha horti sebagai awal persiapan petani milenial.
“Moto petani milenial itu, maju, bersaing dan modern,” ungkap Soni.
Dengan moto tersebut, lanjut Soni, SMAN 3 Borong siap menunjukkan kepada masyarakat bahwa pihaknya siap menjawab tuntutan ketika anak didiknya dikemudian hari kembali ke masyarakat mereka siap untuk mengaplikasikan pengalamannya dan menjadi panutan untuk masyarat lainnya lebih khsusus para petani.
“Memang sebetulnya, tuntutan kurikulum sekolah penggerak juga memacu kami bergelut di bidang Horti,” ungkap Soni.
Ia juga menambahkan, dengan pemanfaatan teknologi mulai dari pengolahan tanah hingga perawatan menjadi bekal untuk anak didiknya menjawab tuntutan petani milenial.
“Kita sudah membagi dalam bentuk kelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk mengolah dan merawatnya hingga usaha horti ini berhasil,” Jelasnya.
Sementara untuk pupuk, pihaknya bekerja sama dengan PT. Dharma Guna Wibawa (DGW) cabang Ruteng.
(Iren Antus)













