MPI, Madina – DPK Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumut menyampaikan.
“Negara ini sudah menciptakan program di segenap aspek kementerian yang sangat bermanfaat dan program yang perfect untuk dijalankan yang secara estafet implementasinya pada kalangan bawah, yang menurut penilaian kami banyak ketidak-efektifan pada pemanfaatan setelah turunnya anggaran disetiap desa,” tegas Syamsuddin Nasution, selaku ketua Dewan Pimpinan kabupaten FKI-1 Madina, Kamis,(17/10/2024) di Panyabungan.
Visi misi pemerintah pusat terkait dana desa 2024 adalah:
– Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di desa.
-Memberikan pendanaan yang besar kepada desa untuk memenuhi kebutuhan -pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
-Mendorong desa untuk mengembangkan potensi berbasis kearifan lokal yang produktif dan bernilai ekonomis.
-Memberikan kewenangan kepada desa untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan perencanaan, pelaksanaan kegiatan untuk pengembangan lokal.
Dan beberapa prioritas penggunaan dana desa tahun 2024 adalah:
-Pemulihan ekonomi
-Ketahanan pangan dan hewani
-Pencegahan dan penurunan stunting
-Pembangunan sarana dan prasarana desa
-Pengembangan potensi ekonomi lokal
-Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan
-Meningkatkan kesejahteraan sosial
-Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah menetapkan alokasi tambahan dana desa untuk insentif desa kepada 15.124 desa. Insentif ini diberikan kepada desa yang memiliki kinerja terbaik berdasarkan kriteria utama dan kriteria kinerja,” ucap Syamsuddin.
Kemudian Syamsuddin menambahkan, “Dengan berbagai kesempatan yang kami lihat,bahwa bertubi-tubinya penerapan sosialisasi para kepala desa laksanakan kegiatan di berbagai tempat maupun waktu,hingga dugaan kami akan mengganggu kefokusan para kepala desa untuk meningkatkan pembangunan desa yang kini berujung menciut(mengecil),” tambahnya.
(S.Nasution)












