Patroli-Indonesia.com, Ende- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Ende, Erikos Emanuel Rede didampingi pendiri Yayasan Pelita terang hidup (YPTH), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gabriel Dala Ema, melantik direktur FEC Media Network, Andre Kornasen, menjadi ketua YPTH Wilayah Kabupaten Manggarai Timur (Matim).
Selain Kornasen, wabup Ende juga melantik Stefanus Goa sebagai ketua YPTH kabupaten Nagekeo dan Hermin Kasi, Ketua YPTH kabupaten Sikka.
Tak hanya melantik para Ketua, turut dilantik, tujuh Ketua Unit yang akan bertugas di sejumlah wilayah di kabupaten Ende, yang dilaksanakan di aula Stasi Salib Suci Bungenda, Desa Golulada, Kecamatan Datusoko, kabupaten Ende, Minggu (06/03/2022).
Wakil Erik, dalam sambutannya menjelaskan, masyarakat harus dilindungi melalui program yang telah disediakan pemerintah, salah satunya melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Erik berharap agar seluruh elemen masyarakat, memiliki kesadaran untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Erik mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Ende sangat menyambut baik beberapa program yang diluncurkan oleh YPTH yang telah bersinergi sebagai Mitra BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya program tersebut dapat membantu masyarakat, dan mampu menekan angka kemiskinan, terutama yang ada di Kabupaten Ende.
Untuk itu Erik meminta kepada seluruh elemen masyarakat, agar memiliki kesadaran untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya sendiri sudah menjadi anggota sejak lama, ” kata Wabup Erik.
Sementara Pendiri YPTH provinsi NTT, Geby Ema menjelaskan, kerja sama pihaknya dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk kepedulian sosial bagi para petani, nelayan, dan buruh harian lepas di NTT. Tujuannya, aktivitas yang berisiko kecelakaan dan kematian dapat dibantu pemerintah.
“YPTH menyediakan akses yang mudah bagi para petani, nelayan, buruh agar dapat menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, ” kata Gaby.
Sementara Ketua YPTH kabupaten Matim, Adrianus Kornasen, menjelaskan, saat ini sedikitnya 200 orang nelayan dan Petani di Kabupaten Matim telah terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan segera menyerahkan santunan sebesar Rp. 42.000.000 bagi ahli waris Ludgardis Mode, seorang THL di dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Manggarai Timur yang telah bergabung menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.
Kornasen berharap, agar nelayan, petani, buruh dan karyawan swasta dan pekerja sektor nonformal lainnya di kabupaten Matim, bisa bergabung menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita akan membantu memfasilitasi,” tukasnya.














