BPSDM PUPR Adakan Pelatihan Penanganan Drainase Perkotaan di Bapekom Surabaya

Patroli Indonesia, Surabaya – Seiring dengan pertumbuhan penduduk perkotaan yang amat pesat di Indonesia, pada umumnya melampaui kemampuan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan diantaranya permasalahan drainase perkotaan yang mengakibatkan permasalahan banjir/genangan semakin meningkat pula. Pada umumnya penanganan sistem drainase di banyak kota di Indonesia masih bersifat parsial, sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas.

Dari keadaan tersebut, BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan dan PIW mencoba membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mampu dalam menanggulangi permasalahan drainase perkotaan melalui Pelatihan Drainase Jalan yang telah di laksanakan secara daring sejak tanggal 22 Juni hingga 5 Juli 2021, dengan difasilitasi oleh Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah VI Surabaya.

Bacaan Lainnya

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan dan PIW diwakili oleh Widyaiswara Ahli Madya sekaligus Koordinator Jalan Jembatan Asep Hilmansyah dalam sambutan penutupan pelatihan mengatakan Pelatihan Penanganan Drainase Jalan ini dilaksanakan untuk mewujudkan ASN yang profesional dan berintegritas utamanya pada bidang drainase jalan.

“Para ASN mempunyai peranan yang sangat penting demi terwujudnya pembangunan infrastruktur yang handal dan berkualitas,” katanya.

Berdasarkan hasil pengamatan dari Pusbangkom JPW, secara umum penyelenggaraan “Pelatihan Penanganan Drainase Jalan” ini sudah berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan.

Salah satu peserta pelatihan sekaligus salah satu peserta terbaik dalam pelatihan ini, Mutiara Mahardika dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat memberikan tanggapannya terhadap pelatihan yang telah diikutinya. “Pelatihan ini memiliki banyak manfaat tentunya, apalagi wilayah kerja saya termasuk wilayah kerja yang sangat bersinggungan dengan permasalahan air. Di kawasan utara, kami ada bencana banjir yang melanda Pamanukan, Subang. Di kawasan selatan, sering terjadi bencana longsor yg salah satunya akibat perilaku air,” jelas Mutiara.

Meski Mutiara terkendala dalam pelatihan ini karena dalam kondisi isolasi mandiri akibat terpapar covid, nyatanya Mutiara dapat menjadi peserta terbaik dalam pelatihan.

Sementara hasil dari evaluasi terhadap peserta dari unsur-unsur yang dinilai baik akademik maupun non akademik, peserta yang dinyatakan lulus berjumlah 27 orang dan menghasilkan 3 lulusan terbaik yaitu, Mutiara Mahardika, S.T. dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat pada peringkat pertama, Anas Ramdani dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat pada peringkat ke dua dan Ainun Yunida dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan pada peringkat ke tiga. Adapun peserta yang dinyatakan tidak lulus karena mengundurkan diri sebanyak 2 orang. (*)

Pos terkait