MPI, KABUPATEN SERANG – Para oknum Kades nakal yang biasa memanfaatkan situasi dalam proyek, selalu saja mencari keuntungan untuk kantong pribadinya dengan berbagai dalil, yang salah-satunya dalilnya, pengajuan proyek melibatkan pihak desa, melibatkan lingkungan dan lainnya untuk meminta uang kepada pelaksana proyek (kontraktor) yang masuk ke wilayahnya.
Seperti yang terjadi di Wilayah Desa Mekar Baru Kecamatan Kopo Kabupaten Serang Banten Diduga oknum Kepala Desa Mekar Baru (BH) mendapatkan uang koordinasi dari proyek pembangunan tempat kuliner yang sedang dikerjakan oleh PT. Multi di Wilayahnya.
Pasalnya beberapa narasumber antara lain yang di kutip dari berita bantenpost.com Abah Somad selaku tokoh masyarakat dan koordinator lapangan saat diwawancarai oleh awak media.
Dirinya mengungkap bahwa sebelum proyek pembangunan tempat kuliner dimulai, dirinya bertemu dengan salah satu mandor di lapangan, si mandor pun mengatakan bahwa uang untuk Kordinasi di lapangan. “Dipegang oleh kepala Desa Mekar Baru (BH) dan biaya untuk koordinasi lingkungan, sebesar 4.500.000 rupiah,” ucapnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu dari Ormas (Organisasi Masyarakat), BPPKB Banten Dodi saat diwawancarai oleh awak media, dirinya mengatakan bahwa uang koordinasi dari proyek pembangunan tempat kuliner itu, sudah diberikan oleh kontraktor kepada Oknum kepala Desa BH sebesar 4.500.000 rupiah untuk Kordinasi di lapangan.
Dugaan uang koordinasi sebesar 4.500.000 rupiah yang diberikan pihak kontraktor kepada oknum Kepala Desa Mekar Baru itu banyak kalangan menilai tidak sepantasnya, karena pembangunan tempat kuliner bertujuan untuk memajukan kepentingan masyarakat umum, terlebih masyarakat yang ada di wilayah setempat.
Di pihak lain, ada Warga Mekar baru yang enggan disebut namanya membeberkan bahwa oknum Kepala Sesa Tersebut juga Menggunakan ijazah yang diragukan keasliannya, namun saat diminta keterangan lebih lanjut pria berusia 50 tahunan tersebut enggan berkomentar lebih lanjut.
“Yah pak namanya juga jadi lurah, buat memperkaya diri saja, orang ijasahnya juga tau asli tau gak, saya tau seluk beluknya.” Ungkap Salah seorang warga setempat.
“Tapi saya gak mau usil, biarkan saja nanti juga publik tau kok sekarang masyarakat sudah pintar, silahkan abang-telusuri saja langsung,bahkan ada juga yang mau nagih utang saat dia mencalonkan diri kurang lebih 150juta an.” Imbuhnya.
Saat hendak dikonfirmasi, pada hari Senin (13/2/2023), BH Sang Kepala Desa Mekar Baru Kecamatan Kopo, memang kurang bersahabat dengan wartawan.
Beberapa kali Awak media mendatangi kantor desa Mekar Baru, namun sang Kades selalu tidak ada di tempat, setelah di telusuri ternyata ada di sebuah pondok pesantren di wilayah kampung kabayan, ketika media datang dia pun pergi meninggalkan teman-teman wartawan, lalu teman-wartawan pun mendapatinya kembali di kantor Desa Selasa (14/2/2023), namun lagi-lagi Sang Kades Kabur sehingga di buntuti oleh media kemudian mobil yang dikendarainya putar balik, tindakan tersebut menjadi pertanyaan besar dari kalangan Media.
Apakah Kepala Desa Mekar Baru memang Alergi terhadap kritikan dari sosial kontrol sebagaimana beredar di masyarakat?
(Red/Nsr)












