Diduga Sattrantib Kecamatan Periuk Dan APH Tutup Mata Dengan Maraknya Prostitusi Berkedok Panti Pijat Refleksi

Sangiang, Kota Tangerang, Banten – Diduga Sattrantib Kecamatan Periuk dan Aparat penegak hukum tutup mata dengan maraknya tempat praktek prostitusi terselubung berkedok Panti-pijat Reflexi, Sabtu (26/11/2022).

Adanya tempat esek-esek bermodus Panti-pijat Reflexi ini, kami dapat dari laporan warga masyarakat setempat, dimana lokasi tersebut berada di (Ruko) Pasar Jati Baru blok B.no.20 kelurahan Sangiang Jaya Rt.02/ Rw.01 Kecamatan Periuk.

Keberadaan tempat panti pijat sebagai lokasi prostitusi terselubung yang sudah jelas melanggar perda nomor 8 Tahun 2005 dan Undang-undang nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang yang keberadaan lokalisasi itupun menjadi pertanyaan bahkan dikeluhkan oleh warga masyarakat sekitar.

Dikarenakan jarak antara lokasi panti-pijat reflexi tersebut sangat berdekatan dengan pesantren dan Polsek Jatiuwung yang berkisar kurang lebih 500meter.

Sepertinya pejabat setempat diduga tutup mata, pasalnya sampai saat ini tempat esek-esek berkedok panti pijat reflexi itu beroperasi dengan aman dan nyaman tanpa tersentuh oleh petugas sattrantib kecamatan Periuk serta petugas Aparat penegak hukum.

”Kebanyakan para pelaku usaha panti pijat refleksi hanya bermodalkan nama, dan wanita pekerjanya pun tanpa mempunyai keahlian khusus, seperti bisa memijat, serta tidak dilengkapi oleh alat bantu pijat refleksi.

“Kami minta pemerintah daerah Kota Tangerang khususnya Sattrantib dan Aparat penegak hukum setempat segera menindaknya.

“Kami juga khawatir diduga adamya perdagangan anak dibawah umur untuk bekerja dilokasi tersebut dan keberadaan tempat esek-esek bermodus Panti-pijat Reflexi ini rentan dalam penyebaran penyakit kelamin HIV / Aids.

Kalau pun memang benar adanya dilokasi tersebut dijadikan tempat esek-esek dan tidak ada tanggapan ataupun tidak ditindak-lanjuti, warga masyarakat sekitar akan bertindak melakukan Demonstrasi dengan melaksanakan penggerebekan dan menutup lokasi tersebut,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Pewarta : Irwan
Narsum : A.i

Pos terkait