DPRKPLH Gelar Hari Sungai Sedunia, Sinergitas Pemkab Ciamis dengan KPS

PATROLI-INDONESIA.COM, Ciamis, Jawa Barat – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis menggelar peringatan Hari Sungai se-Dunia (World Rivers Day) di Rumah Makan Benlih Kelurahan Benteng Kecamatan Ciamis, Selasa (11/10/2022).

Acara yang mengusung tema “Pentingnya Sungai bagi Keanekaragaman Hayati” tersebut merupakan sinergitas Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) dan Komunitas Peduli Sungai (KPS) sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kualitas sungai di wilayah Kabupaten Ciamis.

Kegiatan itu dihadiri oleh tersebut dihadiri beberapa kalangan yang berhubungan dengan sungai dan sekitarnya, diantaranya DPRKPLH, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Permehati Lingkungan dari Akademisi, Dr. Yat Rospia Brata serta masyarakat yang tergabung dalam KPS dan KPL.

Kepala Dinas PRKPLH, Dr.H Taufik Gumelar, S.T.,M.M.,melalui Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rini Valianti, ST. MT. MSc mengatakan bahwa acara tersebut seharusnya digelar tanggal 25 September 2002, namun karena berbagai hal maka baru bisa dilaksanakan sekarang.

“Diharapkan dengan kegiatan ini menjadi titik tolak pelestarian sungai di Ciamis, dan puluhan KPS yang ada tetap semangat dalam menjaga sungai yang merupakan bagian dari lahan konservasi di Ciamis,” katanya.

Acara Hari Sungai se-Dunia (World Rivers Day) di Rumah Makan Benlih Kelurahan Benteng Kecamatan Ciamis, Selasa (11/10/2022).

Dikatakan Rini, dalam kegiatan itu pihaknya juga melibatkan berbagai elemen dalam proses pemeliharaan sungai diantaranya, Bank Sampah, KPAI dan Dinas Pendidikan melalui Sekolah Adiwiyata sebagai bentuk pendidikan dasar kecintaan akan sungai. Saat ini di Kabupaten Ciamis sudah terbentuk 25 sekolah berbasis Adiwiyata.

“Kita berharap dengan adanya Sekolah Adiwiyata di lingkungan Ciamis dapat ikut menjaga kelestarian sungai. Anak-anak didik sedari dini sudah ditanamkan kecintaan akan sungai dan alam,” tandasnya.

Salah seorang aktivis KPS dari Paguyuban Peduli Alam dan Lingkungan Galuh Asri (Pedal Gas), Nurjaman yang akrab dipanggil Kang Noer JM mengatakan bahwa ini merupakan acara DPRKPLH Kabupaten Ciamis dalam rangka Hari Air Dunia. 

“Inti dari tema yang ada adalah membangun sinergitas antara komunitas peduli sungai dan pemerintah,” katanya.

Diungkapkan Kang Noer, meskipun tidak semua KPS diundang, namun komunitas yang hadir cukup mewakili. Kedepannya diharapkan bisa lebih banyak mengundang komunitas yang mewakili beberapa wilayah sungai yang ada terutama di wilayah hulu.

“Sebagai komunitas kami sangat bersyukur seandainya pihak pemerintah melalui DPRKPLH dapat memfasilitasi berbagai kegiatan yang kami laksanakan terkait pelestarian sungai khususnya dan lingkungan pada umumnya. Baik itu melalui kemitraan dengan berbagai program yang ada di DPRKPLH ataupun fasilitas lainnya,” harapnya.

Ketua Paguyuban Peduli Alam dan Lingkungan Galuh Asri (Pedal Gas), Nurjaman (Noer JM)

Dijelaskan Kang Noer, dibanding jauh sebelumnya, saat ini kondisi sungai di Ciamis sudah tidak sebaik dulu, meskipun tidak bisa dibilang parah. Hal itu karena masih banyak ekosistem terutama di wilayah hulu yang terganggu.

“Salahsatunya dengan adanya alih fungsi lahan, sehingga serapan air menjadi terganggu, maka ketika cuaca ekstrim dengan intensitas curah hujan tinggi terjadilah longsor yang mengakibatkan sedimentasi sungai, akhirnya daya tampung air tidak memadai sehingga banjir pun terjadi,” jelas Kang Noer.

Hal lain yang merusak ekosistem adalah pencemaran dari limbah pertanian melalui pupum kimia, pencemaran limbah industri dan limbah rumah tangga. Itu tidak terlepas dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pelestarian sungai.

“Sungai merupakan sumber kehidupan jadi masalah sungai adalah masa kita bersama, untuk itu kami berharap agar seluruh elemen harus terlibat dalam memelihara dan melestarikan sungai, sehingga sungai dapat kembali sesuai dengan kaidah dan fungsinya,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu anggota KPS lainnya, Yayat menambahkan bahwa dia bersama rekan-rekan yang ada di KPS berkomitmen untuk memelihara sungai secara bertahap dan sesuai kebutuhan.

“Kami tidak akan menyerah walau memang lelah, semoga kepedulian kami terhadap sungai akan menjadi ibadah,” tegasnya.

Menurut Yayat, kegiatan nyata yang dilaksanakan KPS dalam bentuk kepedulian akan sungai diantaranya dengan menanam beberapa jenis pohon penyerap air seperti picung, jambe dan kawung.

Yayat beserta komunitasnya seringkali melaksanakan penanaman pohon penyerap air dibeberapa titik yang strategis. Namun sayang ada beberapa lokasi yang kurang didukung dengan perawatan dan pencegahan dari hama, hingga yang tersisa kini kebanyakan tinggal pohon jambe.

“Kami bersama Ketua DPRD, bapak Nanang Permana dan Bupati Ciamis, bapak Herdiat Sunarya serikali melaksanakan penanaman pohon penyerap air di berbagai lokasi. Tak kurang dari 20.000 bibit jambe siap ditebar dan ditanam,” jelasnya.

Dijelaskan Yayat, area Gunung Syawal menyumbang lebih dari 50% suplai air untuk wilayah Kabupaten Ciamis. Untuk itu dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak hanya mengejar acara seremonial belaka, tapi harus ada tindak lanjut dan evaluasi kedepannya.

“Di Muktisari pernah digelar acara pelestarian alam dengan narasumber dari DPRKPLH, dan viral di medsos, namun sangat disayangkan tidak ada perhatian lebih setelah acara selesai. Padahal kelestarian dan konservasi lahan tidak akan pernah selesai hanya dengan acara seremonial,” tandasnya. (NI)

Pos terkait