
Patroli-indonesia.com, Manggarai Timur- Kondisi infrastruktur Manggarai Timur hari ini sangat membutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah.Hal ini seringkali menjadi alasan terhambatnya segala urusan dari masyarakat daerah terpencil yang berpusat di ibu kota Kabupaten yaitu Borong. Topografi dan infrastruktur Manggarai Timur, masyarakat dari daerah terpencil membutuhkan waktu berjam-jam untuk tiba di Borong. Sehingga kecil kemungkinan urusan kelar dalam sehari saja. Konsekuensinya terpaksa menginap hingga urusan kelar.
Melihat kondisi ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Insan Lantang Muda (ILMU) membangun rumah singgah di Borong. Hal itu disampaikan ketua LSM ILMU, Dony Parera kepada media ini pada sabtu/5/3/2022.
Dony mengatakan, pihaknya tergugah dengan keluarga yang berasal dari daerah terpencil. Saat hendak mengurus dokumen kependudukan, kesehatan, urus SKCK atau urusan lain yang berpusat di Borong terpaksa menginap di Hotel apabila tidak ada keluarga yang berdomisili di Borong.
“Syukur kalau mereka ada uang lebih. Tetapi kalau tidak, harus mengeluarkan uang untuk sewa hotel”, ungkap dony
Dony menambahkan, lokasi rumah singgah yang kini tengah dibangun LSM ILMU itu berada di Kampung Golo, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Adapun fasilitas yang tersedia seperti tempat tidur, kamar mandi, tv kabel dan bahkan mendapatkan makan super murah. Untuk siapa saja yang ke Borong kata Dony, pihaknya siap memberikan penginapan gratis.
Tidak hanya untuk keluarga dari Manggarai Timur, rumah singgah itu juga melayanai para pelintas yang distribusikan kebutuhan masyarakat Flores, Karena posisinya ada di tengah, silahkan mampir. Kami sangat terbuka.
“Di tempat ini juga akan ada Tourist Information Center (TIC), atau Pusat informasi pengunjung. Kami akan sediakan informasi pariwisata Manggarai Timur, dan Flores khususnya. Akan kami pajang kerajinan tangan hasil kreasi masyarakat Matim. Sebelum Corona, dalam sehari kami pantau ada puluhan Wisatawan yang menyewa kendaraan, terutama motor, melintas kota Borong. Mereka adalah wisatawan lepas yang tidak terikat dalam paket perjalanan wisata. Namun, mereka berusaha mengeksplor keindahan Flores. Yang kami temui saat istirahat di Borong, kebanyakan minim sekali informasi terkait ‘interest place’ di Matim, sehingga mereka lewatkan begitu saja. Nah, peluang ini yang akan kami manfaatkan”, jelasnya
Dengan lokasi yang strategis, Tambah Dony, pihaknyA akan menjual keindahan Matim, dan jadi jembatan bagi UKM dalam pasarkan dagangan.
“Selain itu, akan ada pangkas rambut. Selain bisnis, juga akan kami manfaatkan sebagai sarana training untuk siapa saja yang punya minat berwirausaha membuka usaha pangkas rambut, dengan sistem magang (bekerja sambil berlatih)”, kata Dony (Iren Antus)












