Patroli-Indonesia.com, Manggarai Timur, NTT – Menyemai Toleransi lewat Praktek Cinta kasih, di Bumi Flores tempat Lahirnya PANCASILA. Aksi kemanusiaan menjadi rutinitas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ILMU) Insan Lantang Muda (ILMU) setiap pekan suci. Hal itu merupakan wujud nyata kepedulian mereka terhadap keluarga tidak mampu, agar dapat merayakan hari besar keagamaan dengan penuh sukacita.
Menyambut Pekan suci Tahun 2022 LSM ILMU menyiapkan 50 paket sembako untuk keluarga tidak mampu. Tahun ini, puasa Pra paskah umat Katolik, bersama dengan Puasa Ramadhan umat Islam. Jadi, paket bahan makanan ini adalah untuk keluarga tidak mampu yang jalankan puasa, baik yang muslim maupun yang Kristen. Hal itu disampaikan Ketua LSM ILMU Dony Parera saat membagi sembako untuk keluarga di Nanga Lanang, Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Minggu, (10/04/2022).
Ia menjelaskan dengan keadaan ekonomi keluarga di Kampung itu, menggugah hati Dony untuk berbagi. Jumlah atau besarnya bantuan yang mereka salurkan tidaklah penting. Akan tetapi sebuah kesenangan hati ketika melihat mereka tersenyum menyambut kehadiran pihaknya.
“Mereka layak mendapatkannya. Walau tidak seberapa. Setidaknya keluarga yang kami kunjungi sedikitnya terbantu. Paket makanan yang dibagikan bersama Bruder Blasius SVD ini, berisikan 5 kg beras, 1kg gula pasir, 1 papan telur dan 1 botol minyak goreng 450 ml. Walau dengan paket makanan yang jumlahnya tidak seberapa ini, namun kita sudah bisa berikan contoh untuk dapat terus menyemai toleransi, saling mengasihi kepada sesama” ungkap Dony
Sementara Bruder Blasius Tubun, SVD mengatakan, kehadirannya bersama LSM ILMU menyambangi keluarga di Nanga Lanang mewakili pihak Gereja dalam aksi peduli kasih.
“Berbagi itu indah. Sedikit dan banyaknya tidak jadi soal. Akan bernilai apabila kita memberikan sesuatu kepada yang membutuhkan dengan penuh ketulusan. Pekan suci dan bulan suci ramadhan kali ini menaruh kisah mengharukan. Melewati jalan rusak capehya terbayar dengan senyuman keluarga yang dikunjungi”, ungkapnya
Ia juga mengatakan, pengalaman yang mengesankan dalam kunjungannya itu dimana ada keluarga yang dimana ibu rumah tangga menjadi tulang punggung keluarga. Keadaan mereka sangat memprihatinkan. Melihatnya saja tidak sanggup menahan air mata. Sehingga dalam kesempatan itu Ia berpesan kepada keluarga itu untuk tetap bersabar. Semua akan indah pada waktunya. (Iren Antus)












