MPI, Pekalongan — Setelah sorotan tajam publik dan pemberitaan sebelumnya terkait ketiadaan fasilitas penyeberangan di depan SMK Ma’arif Kajen, akhirnya Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat. Kini, zebra cross permanen telah dibuat di lokasi yang selama ini dianggap rawan kecelakaan bagi pelajar.
Pantauan jurnalis Media Patroli indinesia.com di lapangan menunjukkan, marka jalan putih kini terbentang jelas di depan sekolah. Tak hanya itu, rambu penyeberangan juga mulai terpasang di sisi jalan. Papan imbauan bertuliskan “Hati-hati sebelum menyeberang, harap tengok kanan kiri” menambah kesadaran pengguna jalan untuk lebih waspada.
Langkah ini disambut lega oleh warga dan pihak sekolah yang selama ini mengkhawatirkan keselamatan para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Pekalongan dan Dishub Jateng yang sudah menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Zebra cross ini kecil tapi dampaknya besar bagi keselamatan pelajar,” ujar Tuan Guru, pemerhati keselamatan jalan yang sebelumnya menyuarakan kritik keras terhadap kelalaian pemerintah.
Sebelumnya, pada 19 September 2025, jurnalis media patroli indonesia ( Jambul ) meng konfirmasi Pihak Dishub Pekalongan yang seolah Tutup Mata, Keselamatan Pelajar Terabaikan?” yang menyoroti ketiadaan fasilitas keselamatan di depan sekolah tersebut.
Fasilitas ini dibangun setelah sorotan publik terkait keselamatan pelajar di kawasan sekolah. (Foto: Media Patroli Indonesia)
Berita itu kemudian menuai perhatian luas dari masyarakat dan berbagai pihak terkait, hingga akhirnya pemerintah daerah mengambil langkah konkret.
Sejumlah warga menilai, tindakan cepat ini menunjukkan bahwa tekanan publik masih efektif mendorong perubahan di tingkat birokrasi daerah.
“Semoga tidak berhenti di sini. Masih banyak sekolah lain di Pekalongan yang belum punya zebra cross maupun rambu jalan,” kata seorang guru yang enggan disebut namanya.
Masyarakat berharap Dishub Kabupaten dan Provinsi dapat melakukan audit keselamatan jalan (road safety audit) di seluruh kawasan pendidikan di Pekalongan.
Tujuannya agar setiap sekolah memiliki fasilitas penyeberangan, marka jalan, dan rambu yang memadai, terutama di titik dengan lalu lintas padat.
Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersuara, pemerintah bisa mendengar.
Namun, pekerjaan rumah besar masih menanti: menjadikan keselamatan pelajar sebagai prioritas, bukan sekadar proyek reaktif setelah disorot media ( Jambul )













