Program Rice Cooker Menteri ESDM Dari Anggaran Infrastruktur 2,5T Dianggap Kurang Efektif

MPI, JAKARTA – Dalam paparan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif akan mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 triliun atau sebanyak 45,4% dari pagu anggaran Rp5,5 triliun di Tahun Anggaran (TA) 2023 untuk kegiatan infrastruktur.

Foto : (Istimewa) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif

Kegiatan infrastruktur tersebut mencakup pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang, program penanak nasi (rice cooker) hingga insentif konversi kendaraan listrik.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus yang ditanggapi oleh Achmad Sujana yang kerap disapa Bang Joe’na sebagai tim dari Aktivis Kontrol Sosial dan Insan Pers. Dan terkait program pembagian rice cooker dari APBN dengan memberikan kompensasi konversi dari Anggaran Kementerian ESDM tersebut menurutnya sangat kurang tepat.

“Menurut saya, sejauh ini sebagian besar masyarakat kita sudah terbiasa memasak nasi menggunakan rice cooker. Jika sudah ada dirumahnya, lalu buat apa menerima bantuan yang tidak terlalu dibutuhkan lagi.” Kata Sujana yang disampaikan kepada awak Media Patroli Indonesia. Sabtu, (11/2/2023).

Masih kata Sujana, “Seharusnya Anggaran belanja yang diajukan oleh Kementerian di kaji kembali atau dilakukan Feasibility study ulang oleh Tim Komisi di Perwakilan Rakyat.

“Apa persetujuan Para Anggota Komisi VII DPR RI yang mengawasi bidang ESDM. Masa bisa langsung mengesahkan dengan persetujuan tanpa kajian ulang dari hasil pemantauan di lapangan atau terjun, survey langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk kebutuhan rice cooker itu. Apa hasil kajian sudah bisa pernah di bahas dan di publish ke media massa..?” Tanya Joe’na.

“Kenapa ga sekalian aja berikan bantuan kompor listrik atau terapkan program Green Energy dengan Energy Baru Terbarukan, seperti kompor briket dari olahan Batubara. Sejauh ini konversi energy ke Batubara kan di sebagian besar industri sudah berhasil. Barangkali bisa jadi lebih efektif sebagai alat masak yang bukan hanya nasi saja. Jangan sampe hanya jadi barang yang bermanfaat untuk beberapa bulan saja.” Pungkasnya.

Sebelumnya, Arifin Tasrif mengungkapkan Kementerian ESDM akan melanjutkan usulan program bagi-bagi 680.000 rice cooker gratis atau Program Bantuan Penanak Nasi Listrik (PBPNL) ini kepada pihak-pihak termasuk komisi VII DPR RI.

Meskipun awalnya Menteri Arifin tak merinci berapa besaran anggaran yang disiapkan untuk program ini, namun yang pasti rice cooker dimaksud akan disalurkan ke seluruh Indonesia melalui anggaran belanja Kementerian ESDM di TA 2023.

Program ini diklaim tidak memerlukan tambahan daya maupun biaya yang paket programnya sebesar Rp500.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan tujuan dari Kementerian memberikan bantuan rice cooker dalam rangka pemanfaatan energi bersih dengan meningkatkan konsumsi listrik per kapita, maka perkiraannya akan terjadi penghematan biaya memasak bagi masyarakat. Pembagian rice cooker kepada masyarakat yang tidak mampu ini juga direncanakan akan mengacu data dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Demikian Menteri Arifin mengungkapkan bahwa berdasarkan Surat Menteri Keuangan tertanggal 9 Desember 2022 lalu, dan terkait automatic adjustment terdapat anggaran belanja Kementerian ESDM yang diblokir mandiri untuk pencadangan anggaran sebesar Rp326,4 miliar, konkit nelayan yang terblokir 10.000 paket, konkit petani 7.200 paket, PJU-TS sebanyak 1.468 unit.

Sejalan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah memasukkan program pembagian 680.000 paket bantuan penanak nasi listrik atau rice cooker ke dalam program prioritas tahun ini, Wakil Ketua Komisi Bambang Haryadi mengatakan, pihaknya mendukung program ini menimbang aspek teknis serta sasaran program dimaksud.

“Aspek teknis yang lain, ini tidak mengubah daya, karena dayanya tidak terlalu besar, 450 VA bisa,” kata Bambang. #TED

Pos terkait