LSM PAR Pantau Pembangunan Waterboom dan Perumahan di Bogor

Patroliindonesia.com I BOGOR – Waterboom dan perumahan diatas lahan kurang lebih 8 hektar di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor segera dilaunching.Pekerjaan dua proyek di Desa Bojong dan Desa Kahuripan itu dikerjakan PT. Citra Rosaland sebagai pengembang yang berasal dari PT. Genta Buana Resort.

“Rencananya, dua pembangunan ini akan launching pada 28 Agustus 2021 mendatang,” ungkap nara sumber, Irawan saat ditemui Indonews di lokasi proyek, Jumat 13 Agustus 2021.

Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR), Khotman Idris yang sempat memantau pembangunan mengatakan ada kejanggalan dalam pembangunan ini. Seharusnya, kata dia, sebagai panitia pertanahan adalah kepala desa setempat, sekaligus sebagai saksi batas.

“Maka bila ada hal semacam begini, harus memberikan teguran dan meluruskan permasalahan. Kades harus tahu tentang kegiatan di tempatnya. Ada ketentuan, aturan daerah dan dasar hukumnya tiak dalam pelaksanaan tersebut, terutama izin,” ujar Khotman.

Namun menurutnya, pembangunan proyek perumahan dan waterboom tersebut justru menuai polemiik, yaitu antara pemilik batas ditentukan dengan kavling jalan desa yang berseberangan dengan tanah milik PT.Genta Buana Resort.

“Adapun bukti tertera dalam ploting gambar kepemilikan di ATR/BPN. Namun jalan desa tersebut diurug dan kemungkinan akan diratakan dengan cut and pile. Namun sebelumnya dari pihak PT Genta Buana Resort tertangal 26 April 2012 telah mupakat untuk menjaga dan melestarikan jalan desa tersebut yang diketahui dan teregister Desa Bojong, No 140/33/1V/2012,” jelas Khotman.

Ia menyebut, register tersebut juga diketahui Kepala Desa Bojong, H. Sanan, Ketua BPD Bojong Masudin, Ketua LPM Hamim dan Ketua RT hingga Ketua RW setempat,

“Namun kenyataanya dalam teknis tahun 2021, pelaksanaanya menurut salah pihak management PT. Genta Buana, dulunya yang beli jalan dan memasang gardu hingga tiang listrik itu adalah PT. Genta Buana Resort. Hal semacam ini, karena merasa yang beli, jadi seenaknya dan sewenang-wenang berkuasa. Mereka tidak wajar dengan dampaknya,” tukas Khotman (*)

Pos terkait