Bupati Madiun Hadiri Pembukaan Lokakarya 7 Guru Penggerak Panen Hasil Belajar

MPI, Madiun – Program Guru penggerak merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Keberadaan Guru penggerak dipersiapkan sebagai penggerak transformasi kepemimpinan pendidikan yang merupakan rencana strategis Kemdikbud Ristek menuju Indonesia Emas 2045.

Pendidikan Guru Penggerak juga merupakan sebuah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan individu selama 6 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Bertempat di Aula Wilis Bakorwil 1 Kota Madiun, Senin (19/12/2022) merupakan puncak serangkaian Lokakarya (Panen Hasil Belajar) yang dimulai dengan pembukaan melalui Lokakarya Orientasi pada 23 Mei 2022. Kabupaten Madiun akan meluluskan sebanyak 73 CGP yang terdiri dari 19 jenjang TK, 34 (35) jenjang SD, 9 jenjang SMP, 11 jenjang SMA/SMK/PKLK dengan 13 Pengajar Praktik serta 4 Fasilitator (NTB, Aceh dan Riau).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun dan Ngawi, Supardi, SH, Mpd menyampaikan harapannya, “Guru Penggerak harus istiqomah. Dalam artian panjenengan semua harus terus menerus dan tetap semangat.”

Selanjutnya Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan, “Apabila seorang guru menjalankan tugasnya dengan baik, maka akan menghasilkan siswa yang baik juga.”

“Saya harapkan ini lahirnya para guru penggerak yang bisa mengurai masalah pendidikan di Kabupaten Madiun. Mereka bisa menjadi motifator dan embrio untuk memberikan siswa kesempatan belajar yang gembira dan tepat sasaran”, lanjutnya.
“Sesuai dengan apa yang didapat selama pendidikan dijalankan dengan baik, dan selalu dpraktekkan”, pungkasnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Dra. Siti Zubaidah, MH juga menyampaikan, “Untuk program merdeka belajar ini baru 385 lembaga yang melakukan. Tahun 2023 nanti akan ada penambahan lagi. Kita saat ini mempersiapkan untuk yang sekarang menerima kurikulum merdeka belajar, tahun depan kita persiapkan untuk menerima”.

Diharapkan dengan lahirnya para Guru Penggerak ini akan lahir siswa-siswi yang cerdas dan berkompeten. Sesuai dengan yell-yellnya “TERGERAK, BERGERAK, MENGGERAKKAN”. (EHP22)

Pos terkait