MPI, Pohuwato – Menanggapi berbagai berita yang beredar setelah insiden meninggalnya Nani Atune “50”, seorang pekerja tambang di lokasi PETI Petabo, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, keluarga memberikan klarifikasi penting untuk memperjelas informasi yang dianggap tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Klarifikasi ini disampaikan pada Sabtu, 5 Juli 2025.
Menurut keterangan langsung dari keluarga, almarhum tidak meninggal akibat longsoran tanah yang disebabkan oleh aktivitas alat berat. Saat kejadian, korban sedang buang air besar di area kem “pondok” yang terletak di bawah tebing. Tiba-tiba, sebuah batu terjatuh dari atas dan mengenai tangan korban. Dengan riwayat kesehatan yang pernah terganggu akibat stroke, korban diduga mengalami reaksi kaget yang berujung pada kematian.
“Tidak ada alat berat yang terlibat saat kejadian. Itu murni batu jatuh dari tebing dan mengenai tubuh korban, sekitar pukul 07.30 pagi,” ujar salah satu perwakilan keluarga.
Almarhum diketahui telah lama bekerja di lokasi tambang untuk membantu perekonomian keluarga. Dorongan dari istrinya agar tetap bekerja demi melunasi cicilan bulanan menjadi alasan mengapa korban kembali ke lokasi kerja meskipun memiliki riwayat stroke.
Keluarga berharap agar masyarakat dan media massa lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa verifikasi yang akurat. Mereka menekankan pentingnya menjaga integritas pemberitaan yang berimbang dan tidak menambah beban psikologis bagi keluarga yang sedang berduka.
Peristiwa ini mencerminkan kompleksitas sosial di balik aktivitas pertambangan rakyat. Di tengah keterbatasan ekonomi, sebagian warga harus mengambil risiko besar demi kelangsungan hidup. Dalam konteks ini, narasi publik seharusnya dibangun dengan empati, kritis, dan akurat-agar tidak hanya mencari sensasi, tetapi juga membuka ruang untuk perbaikan kondisi sosial yang berkelanjutan. Red












