Patroli-indonesia.com Musi Rawas – Kepala desa Ngadirejo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, diduga alergi dengan wartawan.
Adalah awak media berinisial HN yang enggan disebutkan nama lengkapnya memaparkan cerita terkait kegiatannya di dunia Pers.
Perbuatan kurang menyenangkan dilakukan Oleh Kades Ngadirejo, Edi Kepada HN awak media yang ingin mengali informasi terkait dana desa yang dikelolanya selama massa jabatan sebagai kepala desa Ngadirejo Kecamatan Tugumulyo kabupaten Musi Rawas propinsi Sumatera Selatan.
HN yang menjadi salahsatu dari beberapa awak media yang ingin konfirmasi Kegiatan Dana Desa, Tahun Anggaran 2021 – 2022 menuturkan.
Pada hari senin pagi (12/09/2022), sekira pukul 09.30 Wib, Seorang Kepala Desa (Kades) yang seharusnya Menjadi pelayan masyarakat dapat menjawab pertanyaan wartawan dengan memberikan keterangan yang baik dan semestinya kepada awak media sebagai mitra yang akan mengiringi kinerjanya, namun malah menghindar.
“Apalagi saya awak media yang tugasnya emang mencari informasi yang benar sesuai dengan fakta-fakta di lapangan, karena informasi yang terkonfirmasi dikumpulkan dari masyarakat dijadikan bahan informasi untuk disebarluaskan kepada masyarakat yang ada di seluruh Indonesia.” Ujarnya.
Menurut HN hal ini tidak semestinya terjadi seperti apa yang dilakukan Kades Edi yang terkesan menghindar saat ditemui awak media.
“Awalnya saya sebagai awak media coba bertanya dengan perangkat desa yang sedang bekerja dikantor desa. Ada pak kades? Kemudian dijawab salah satu perangkat desa, Kepala desa ada didalam ruangan kerjanya pak, tunggu ya pak kami tanya dulu.” Cerita salah seorang wartawan yang menirukan Katanya perangkat desa tersebut.
“Tidak lama kemudian aparatur tersebut datang dan berpesan kepada awak Media, Pak, tunggu dulu?, Pak kades masih ada tamu diruangannya”, ungkapnya.
Kemudian awak media ini menunggu di ruang tamu, setelah sampai 2 jam menunggu, Kepala Desa Ngadirejo Keluar ruangan dan bersikap tidak tanggap adanya mitra kerjanya langsung pergi Meninggalkan kantor desa.
“Sedangkan kami yang sudah menunggu berjam-jam, ditinggal begitu saja dan tidak ada pesan apapun kepada awak media,” Jelas awak media ini.
“Sebelumnya pergi meninggalkan kantor desa, saya selaku awak media menyapa kepala desa, bisa mintak waktu sebentar?Kepala desa menjawab, saya mau pulang ada telpon, dengan suara yang tidak jelas.” Ungkapnya.
Dilihat dari cara penyambutan Kepala desa tersebut, diduga alergi dengan kedatangan awak media yang memang merupakan mitranya. Dengan kejadian yang disesalkan awak media ini, diharapkan kepada kepala DPMD Kabupaten Musi Rawas melalui Kasi Pemerintah desa agar diberikan teguran bagaimana menghadapi masyarakat, bagaimana cara bermitra dengan baik.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Forum Wartawan Daerah Indonesia ( FWDI), Herlyansyah ST yang akrab dipanggil Herly ini, menyesalkan kejadian awak media yang tidak di hargai oleh oknum pemerintah desa. “Saya mengintruksikan kepada seluruh anggota untuk selalu menjalin kemitraan yang baik kepada seluruh mitra kerja, baik OPD dan Pemerintah Desa.” Kata Herly.
“Untuk kepada desa Ngadirejo, Pak Edi. Saya sarankan untuk menjalin kemitraan yang baik kepada kepada awak media, karena apapun yang dilakukan Wartawan di lapangan demi untuk mengali informasi yang benar demi untuk pelayanan yang sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik.” Ucapnya.
Ditambahkannya, adanya awak media turun ke desa-desa karena adanya informasi dari masyarakat yang perlu di cari kebenarannya, agar apa yang disampaikan ke masyarakat luas, bukan berita Hoax (Bohong).
“Oleh sebab itu awak media sebelum menayangkan berita dicari narasumbernya yang benar-benar bisa di pertanggung jawabkan, jika bukan ada dana desa yang dikelola oleh oknum kepala desa tersebut belum tentu awak media mau menunggu berjam-jam untuk sekedar mencari informasi, cukup masyarakat, tetapi perlu diingat berita yang ditayangkan haruslah sesuai dengan fakta-Faktanya, agar apa yang disampaikan sesuai dengan kenyataan dan faktanya.” Papar Herly. Selasa, (13/09).
“Terus terang saja apa yang dilakukan Wartawan (awak media) di lapangan untuk kepentingan masyarakat, saya instruksikan kepada seluruh anggota Forum Wartawan Daerah Indonesia, terkhusus yang bertugas di kabupaten Musi Rawas. Pantau kegiatan dana desa dari tahun-tahun sebelumnya sampai sekarang, Beritakan sampai informasi kemasyarakatan luas tetang keterbukaan informasi publik desa Ngadirejo,” intruksi Ketua Umum Forum Wartawan Daerah Indonesia melanjutkan.
“Saya yakin, jika oknum kepala desa alergi terhadap wartawan, ada apa dengan desanya.” Pungkasnya. (Tim/FWD).












