Memperingati Maulid Nabi di Pondok Pesantren Maulana Sulthan Muhammad dan Haul 6 Syuhada

Patroli Indonesia | PONTIANAK – Markaz Syariah Mega Timur, Pondok Pesantren Maulana Sulthan Muhammad adalah Markaz besar Front Persaudaraan Islam di Kalimantan Barat.

“Masih teringat jelas didalam benak kami, telah terjadi pembantaian dan penganiayaan yang sangat keji yang menimpa sodara kami 6 Laskar FPI,” ungkap Habib Iskandar.

Bertempat di Markaz Syariah FPI kalbar, kami kembali mengenang kejadian tersebut dengan menyelenggarakan haol yang dibalut dengan kegiatan-kegiatan maulid nabi Muhammad SAW. Sabtu, (27/11/2021).

Seluruh aktivitas FPI Kalbar beserta warga setempat antusias menghadiri kegiatan ini.

Dalam kesempatan ini, pimpinan tertinggi FPI Kalbar Alhabib Muhammad Iskandar Alqadrie SHi memberikan arahan, antara lain :
Ketika memperingati maulid, maka kita akan mendalami medan perjuangan nabi. Kapan kita berdakwah, Kapan kita berhisbah, Kapan kita berjihad.

Khoul memberikan signal akan kepahaman akan kepastian kematian kita semuanya. “Berjuang kita mati, tak berjuang pun juga kita akan mati, akan tetapi kematian dalam husnul khatimah dalam keadaan mendapat keridhoan allah dan rasulnya yang kita cari.” Ucap Habib Iskandar.

“Ulama adalah pewaris nabi, maka yang menjaga ulama berarti menjaga warisan nabi Habaib adalah zuriat nabi, kapan kita menjaga zuriat nabi maka tentunya akan menggemberikan nabi.” Pungkasnya.

Sumber : habib iskandar

( Deni )

Pos terkait