Pekerjaan Bronjong Ramai Disalahsatu Media, Imang Angkat Bicara

PatroliIndonesia.com, Pangandaran – Beredar adanya pemberitaan disalah satu Media tentang pekerjaan bronjong di Desa Ciganjeng yang saat ini tengah ramai bahkan meluas ke media sosial (Medsos). Hal tersebut, Kepala Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Imang Wardiman angkat bicara saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Jum’at (20/05/2022) menyayangkan adanya pemberitaan pembangunan bronjong di Desa Ciganjeng sebelumnya tidak ada wartawan yang mengkonfirmasi terlebih dahulu ke pemerintah desa.

“Dengan adanya pemberitaan tersebut, sebagai kepala desa dan perangkat desa sangat menyayangkan ada berita yang sebelumnya tidak konfirmasi terlebih dahulu ke desa wartawannya.

Dikhawatirkan dengan adanya berita seperti itu, ke depan jika akan datang bantuan ke desa kami di batalkan. Karena proyek–proyek seperti itu kami sangat membutuhkan. “Alhamdulillah masyarakat banyak yang mengucapkan terima kasih, juga turut mendukung akan program tersebut.

Dikatakan, Imang, kontraktor sebelum hendak mengerjakan pekerjaan bronjong sudah datang ke desa guna menyampaikan akan ada pekerjaan pemasangan bronjong dari BBWS Citanduy. Dan kami pun Pemerintah Desa pada waktu itu harus melayangkan surat permohonan bantuan kawat bronjong ke BBWS Citanduy sebanyak 120 unit. Itupun sudah diketahui kami pihak rekanan dan akan ada pekerjaan pemasangan bronjong tersebut dari BBWS Citanduy,”katanya.

Dirinya berharap, mudah–mudahan pemerintah desa di tahun–tahun yang akan datang atau di tahun sekarang Desa Ciganjeng mendapatkan proyek–proyek yang telah sudah diajukan. Karena di kami masih banyak juga bantuan pekerjaan seperti pekerjaan tersebut seperti untuk penanganan erosi sungai, penanggulangan banjir, longsor dan lain–lain. Jangan sampai terganjal gara–gara ada masalah pemberitaan yang kurang tepat itu,” harapnya.

Edi Suhendi Karta Wijaya, Wakil Ketua LPM Desa Ciganjeng mengatakan Pihaknya menyayangkan ada pemberitaan yang menurutnya ngawur, karena wartawan seperti tidak ke lokasi atau melakukan cek and ricek terlebih dahulu ke lapangan. Harusnya wartawan menguji informasi paling tidak konfirmasi ke lingkungan atau pemerintah desa setempat, karena jika begini di khawatirkan bisa berdampak menghambat terhadap pembangunan di desa/lingkungan.

“Kami tidak merasa dirugikan dengan adanya pembangunan pekerjaan tersebut, malah sangat terbantu karena memang bantuan/pekerjaan tersebut itu sangat kami butuhkan.  Sejatinya pembangunan ini dulunya usulan warga kami dan pemerintah desa, kurang lebih satu tahun yang lalu saat turun hujan deras, air sungai masuk ke rumah warga/banjir,” Ujarnya.

Lanjut Edy disini masyarakat sangat mendukung bahkan berterima kasih sekali kepada pemerintah melalui BBWS Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy yang sudah merealisasikan pembangunan tersebut. Karena, ini sangat dibutuhkan sekali oleh warga. Bahkan, saking senangnya warga ada pembangunan tersebut pun turut memberi makanan dan minuman ke pekerja disitu.

“Kami meminta kepada BBWS Citanduy jangan merasa takut dengan adanya pemberitaan yang menurutnya ngawur itu. Jangan menjadi penghalang dalam memberikan bantuan atau pekerjaan kelak kedepannya,” pintanya.

Dirinya menegaskan, warga kami kondusif, mendukung sekali terhadap pembangunan seperti itu. Abaikan saja jika misal ada pemberitaan yang sepihak itu, kenyataan warga kami baik dan kondusif.

Disinggung benar tidaknya pekerjaan tidak sesuai spesifikasi pekerjaan pemasangan beronjong, dirinya mengatakan, jika hal itu dirinya tidak tahu persis bagaimana yang di maksud pemasangan bronjong sesuai spesifikasi. Hanya saja, setelah dirinya menelaah material berupa batu yang di pasang kontraktor itu batu dari Tasik/luar daerah kategori batunya bagus.

Selanjutnya, mengenai kawat bronjong yang dipakai pada pekerjaan tersebut, dirinya lihat persis kalau bronjong nya itu SNI. Kontraktor ngambil langsung dari BBWS Citanduy mengingat syarat pengambilannya itu harus ada surat permohonan dari Pemerintah Desa setempat guna meminta permohonan bantuan kawat bronjong. Dan pekerjaan ini hanya berjarak kurang lebih sepuluh meter (10 Meter) dari rumahnya dan di pastikan dirinya bronjong SNI.

Pos terkait