MPI, Tubaba Lampung – Pj.Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, tetap optimis dengan menyiapkan berbagai program dan kebijakan agar target pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 dapat tercapai.
Hal itu dikatakan Pj Bupati Tubaba, Zaidirina saat dikonfirmasi usai menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Tumijajar, Kamis (26/01/2023) lalu.
“Di tahun 2023 bagaimana kita mensinergikan Anggara yang ada di Pusat, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan juga Dana Desa (DD),” terang Pj Bupati Zaidirina.
Lanjut dia, adapun tujuan mensinergikan anggaran diperuntukkan untuk beberapa program yang harus kita jalankan. Yang pertama bagaimana pertumbuhan ekonomi kita bisa tinggi dikarenakan kita sudah lepas dari darurat covid 19. Inilah saat nya kita mengejar ketertinggalan kita dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi di tahun 2023 ini.
Selain itu, Pj Bupati juga menegaskan, terkait dengan kemiskinan, baik itu kemiskinan biasa maupun kemiskinan ekstrem. Di tahun ini harus diselesaikan walaupun indikator kita semenjak tahun 2023 ini semua sudah menunjukkan perbaikan. “Indek Pembangunan Manusia (IPM) kita naik, kemiskinan kita turun signifikan.” Katanya.
Oleh sebab itu, pencapaian ini menjadi modal kita di tahun 2023 untuk lebih giat lagi dan perencanaan di tahun 2024 bisa lebih fokus dan lebih terarah, baik Pertumbuhan ekonomi, implasi, penanganan stunting, penggunaan produk produk dalam negeri itu semua harus menjadi perhatian kita.
Kemudian, dia juga menjelaskan kepada seluruh Kepala Tiyuh bahwa untuk DD 20 persen harus digunakan untuk program ketahanan pangan dan akan ini kita sinergikan dengan program APBD Kabupaten.
“Ada beberapa program unggulan kita di tahun 2023 yakni, program keluarga Nenemo mandiri pangan yang mana dengan memanfaatkan pekarangan, kemudian program Kebun, Kolam, Kandang (3k), tambah wisata serta kita akan membangun sentra ternak di kabupaten Tubaba,” ucapnya.
Menurut nya program-program tersebut selain dibutuhkan masyarakat juga bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Baik PAD untuk Kabupaten maupun PAD untuk Tiyuh.
Tambah nya, kita harus mengetahui bersama bahwa untuk Anggaran tahun 2023 ini baik dari APBN maupun APBD Provinsi dan APBD Kabupaten itu terbatas, oleh sebab itu kita harus mensinergikan bersama. “Jadi 1 program kita kerjakan bersama sehingga bisa efektif dan efisien,” Tuturnya.
Akan tetapi, bila satu program kita tidak bisa bekerja sama, itu yang membuat pemborosan anggaran, memang anggaran kita sudah terbatas akhirnya tidak mencapai sasaran yang kita perlukan.
“Untuk program kali ini harus tepat sasaran. Jangan sampai Tiyuh yang sudah bagus sayuran nya sudah penuh perkaranya sudah di kasih lgi bantuan, kan mubasir,” Tegasnya.
Untuk itu, lanjut dia, segera akan saya kumpulkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempertanyakan program nya apa dan siapa saja yang terlibat dan mereka harus melaporkan setiap bulan.
“Jadi saya akan kasih matrik output nya, itulah yang dilaporkan disertai keterangan nya apa yang terjadi di lapangan, masalah-masalah nya seperti apa kemudian kita cari solusinya bersama untuk menyelesaikan nya,” imbuhnya.
Selain masalah pencapaian ekonomi, kita juga harus fokus terhadap stunting walaupun di kabupaten Tubaba stunting sudah menurun dari 22,1 persen di tahun 2022 kini di tahun 2023 sudah menjadi 16,4 persen.
“Target dari pemerintah pusat stunting ini 18 persen dan kita sudah dibawah angka 18 persen. Namun ini masih menjadi Pr kita bersama karena saya berharap di tahun 2023 ini stunting bisa di bawah 10 persen. Karena di tahun 2024 nanti Pemerintah Pusat menetapkan stunting di bawah 14 persen,” imbuhnya. (Albet)












