Patroliindonesia.com | Manggarai (NTT) – SDI Watudali yang terletak di Kampung Watudali, Desa Satar Luju, Kecamatan Satarmese Barat, mengalami kendala jaringan internet untuk melaksanakan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Sebagai upaya agar terlaksananya kegiatan simulasi tersebut pihak sekolah meminta warga Dusun Watudali untuk secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga membersihkan lokasi disebuah hutan yang jaraknya 3 KM dari SDI Watudali.
Hal ini mendapat respon positif dari warga hingga pada Jumat, 15 Oktober 2021, semua warga berbondong menuju lokasi untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Kepala SDI Watudali, Stanislaus Teok yang berhasil dihubungi menerangkan bahwa “di sekolah kami tidak ada jaringan internet. Sehingga kami mencari jaringan internet di hutan yang jauhnya 3 KM dari sekolah. Untuk membersihkan tempatnya kami meminta kerelaan dari masyarakat Watudali”, ungkapnya.
Kepala sekolah Stanis Teok juga menambahkan, kegiatan Simulasi ANBK tersebut akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 18-19 Oktober 2021. Jumlah peserta didik yang mengikuti simulasi ANBK adalah 15 orang.
“Kami juga mengalami kendala soal ketersedian laptop, karena sekolah kami hanya memiliki 2 buah laptop, jadi kami mengalami kekurangan 13 buah. Untuk memenuhi kebutuahan tersebut kami pinjamkan dari sekolah lain dan warga setempat yang memilikinya. Jadi, kami guru-guru dan peserta didik akan jalan kaki bersama menuju lokasi”, tambahnya.
Kepala SDI Watudali juga berharap semoga kegiatan simulasi ANBK di Hutan cukup tahun ini saja. Semoga tahun depan sekolah kami tersentuh oleh jaringan internet.
Sementara Plt Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Frans Gero, saat media ini menghubunginya nomor tidak aktif.
(Tensi Rea)












