MPI, Tangerang, Banten – Fantastis, mencuatnya isu dugaan bagi-bagi Cuan jutaan rupiah dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang beberapa waktu lalu ini sempat ramai menghiasi laman pemberitaan dibeberapa platform media online yang semakin hari kian semakin menguat.
Potensi akan adanya indikasi praktek jual beli proyek di lingkungan Dinas terhadap beberapa oknum kontraktor pun mulai mencuat di permukaan. Kamis (30/10/2025).
Mencuatnya isu akan adanya dugaan bagi-bagi cuan jutaan rupiah terhadap beberapa oknum wartawan dan lembaga kontrol sosial pun beberapa waktu lalu, diduga kuat adalah hasil jual beli proyek antara oknum pegawai Dinas terkait terhadap beberapa kontraktor,
Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh awak media ini beberapa waktu yang lalu diketahui bahwa nilai cuan (Uang)yang dibagi-bagikan itupun mencapai jutaan rupiah perorang,
Salah satu narasumber, yang tidak ingin namanya disebut kan mengatakan bahwa, kala itu dirinya diberikan sejumlah uang bernilai 2,5 juta rupiah yang diduga kuat sebagai bentuk kompensasi akan adanya beberapa kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada Alokasi Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2025.
Ia pun menjelaskan bahwa pembagian uang-uang tersebut,kala itu dilakukan oleh salah satu pejabat berinisial (A)
“Iya waktu itu awalnya saya ditelpon lantas saya diberikan sejumlah uang sebesar Rp.2,5 (Dua juta lima ratus ribu) dan ada juga Rp.5 Juta (Lima juta). Rp 2,5 Juta (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), dan yang memberikan kala itu ke saya (SP), tapi nilai nominalnya tidak sama ada yang lebih kecil dan ada juga yang gak dikasih tergantung orangnya.” Ucap narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Berbagai pertanyaan pun muncul beriringan dengan semakin menguatnya isu dugaan bagi-bagi cuan terhadap beberapa oknum tersebut.
“Dari mana sumber cuan yang diduga dibagi bagikan tersebut ??
“Untuk apa hal tersebut di lakukan ??
“Benarkah terjadi upaya jual beli proyek??
Pertanyaan pertanyaan tersebut pun seakan masih terus menjadi misteri yang hingga sampai saat ini belum dapat terpecahkan.
Menguatnya polemik akan adanya isu dugaan bagi-bagi cuan yang kental dengan adanya praktek jual beli proyek itupun mendapat kan perhatian khusus dari, Antoni Simbolon salah satu aktivis yang sekaligus pula merupakan LBH LSM RI Provinsi Banten.
Dirinya mengatakan andai informasi dugaan bagi-bagi cuan yang berkembang ditengah tengah masyarakat benar adanya maka patut dipertanyakan dari mana sumber cuan yang dibagi bagikan tersebut dan untuk apa hal itu dilakukan.
“Isu-isu ini tentunya sangat memprihatikan sekali, seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bisa menjaga integritasnya dan lebih fokus bagai mana dapat membangun dan meningkatkan kualitas mutu pembangunan agar sesuai dengan harapan masyarakat.” Tegas Edi Riadi (ketua PWI Tangsel).
Ia pun meminta kepada Aparat Penegak Hukum khususnya Kepolisian dapat segera menelusuri dari mana asal uang uang yang dibagi-bagikan terhadap beberapa oknum tersebut.
“Saya selaku bagian dari masyarakat meminta kepada Bupati Tangerang dan jajaran kepolisian beserta Kejaksaan untuk segera melakukan pendalaman dan penelusuran terkait Viralnya pemberitaan beberapa waktu ini.” Tegas Antoni.
Sementara itu saudara (A) yang kala itu disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang membagi bagikan sejumlah cuan terhadap beberapa oknum tersebut yang coba dikonfirmasi melalui saluran via Whatsapp nya beberapa waktu yang lalu tak kunjung merespons dan lebih memilih membungkam.
Hingga sampai berita ini diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, H Dadan Gandana S.STP.,M.SI masih sulit dihubungi dan ditemui guna dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut.
(Aan/kaperwil Banten)














