Patroli Indonesia, Makassar – Tercapainya Visium PUPR 2030 dengan 99% jalan mantap membutuhkan ASN PUPR yang Kompeten. Pentingnya ASN PUPR yang kompeten telah ditegaskan dalam Undang Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Untuk memenuhi tuntutan kompetensi tersebut, khususnya kompetensi dalam bidang jalan dan jembatan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (Pusbangkom JPW) menyelenggarakan Pelatihan Perancangan Teknis Jembatan yang difasilitasi oleh Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) PUPR Wilayah VIII Makassar yang dimulai dari tanggal 21 Februari – 9 Maret 2022 secara distance learning yang dikuti oleh 38 peserta.
Kepala Pusbangkom JPW, Rezeki Peranginangin dalam sambutan pembukaan pelatihan mengingatkan agar pelatihan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan juga dalam hal perancangan jembatan harus memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar mendukung pertumbuhan ekonomi nasional terutama saudara kita dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rezeki dalam sambutannya menyampaikan,“Pembangunan yang seutuhnya terletak pada Sumber Daya Manusia, tidak akan pernah terwujud infrastruktur PUPR handal, tanpa adanya insan PUPR yang kompeten,” Ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, Rubiyo turut menyampaikan bahwa perencanaan jembatan merupakan tahap awal yang penting dan bukan lah hal yang mudah. Para peserta pelatihan harus mampu memahami faktor-faktor dalam perencanaan teknis jembatan seperti faktor kekuatan & stabilitas struktur jembatan, faktor kenyamanan dan keamaan, faktor kemudahan dalam pembangunan & proses pemeliharaan, faktor sosial, aspek keselamatan jalan, faktor ketahanan jangka panjang, dan yang penting lainnya adalah faktor estetika.
“Untuk itu, dengan terselenggaranya Pelatihan Perencanaan Teknis Jembatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan perancangan teknis jembatan, bahan material dan peralatan jembatan untuk pembangunan jembatan baru, duplikasi, dan penggantian struktur jembatan yang meliputi aspek topografi, geometri, geoteknik, struktur, hidrologi, dan lingkungan,” imbuh Rubiyo.
Pesan dari Direktur Jenderal Bina Marga yang disampaikan oleh Rubiyo, para peserta agar serius dan sepenuh hati dalam mengikuti pelatihan karena setelah mengikuti pelatihan ini para peserta diwajibkan untuk sharing knowledge kepada rekan-rekan di unit kerjanya masing-masing agar memiliki pemahaman yang sama dalam perancangan teknis jembatan.
Adapun tujuan penyelenggaraan pelatihan, peserta mampu menerapkan perancangan teknis jembatan, bahan material dan peralatan jembatan untuk pembangunan jembatan baru, duplikasi, dan penggantian struktur jembatan yang meliputi aspek topografi, geometri, geoteknik, struktur, hidrologi, dan lingkungan.
Peserta sebanyak 38 orang yang berasal dari ASN Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan Dinas terkait dari Pemerintah Provinsi dan Kota/Kabupaten.
Tenaga Pengajar adalah Pejabat Struktural dan Widyaiswara dari kementerian PUPR serta Praktisi. Kurikulum sebanyak 63 Jam Pelajaran (JP), yang dilaksanakan dengan metode Distance Learning yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2022 – 09 Maret 2022. Sebelum dan setelah pelatihan akan diberikan pretest dan posttest untuk mengukur efektifitas pembelajaran dan peningkatan pengetahuan peserta. (*)














