Patroli Indonesia, Makassar – Dalam upaya menjaga tercapainya tertib penyelenggaraan dan hasil pekerjaan konstruksi baik fisik maupun non fisik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen baru saja menyelesaikan Pelatihan yang difasilitasi oleh Balai Pengembangan Kompetensi (Bapekom) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wilayah VIII Makassar, Rabu (14/7).
Kepala Bapekom PUPR Wilayah VIII Makassar Anwar pada sambutan penutupan pelatihan mengatakan, dengan adanya akselerasi penyelenggaraan infrastruktur bidang PUPR, pegawai PUPR dituntut untuk terus meningkat kompetensinya. “Untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, apalagi di era industri 4.0 ini,†ujarnya.
“Salah satu proses dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, tahap pengawasan pekerjaan konstruksi meliputi aspek perencanaan konstruksi, pengadaan, manajemen pelaksanaan, dan pengendalian kontrak. Hal tersebut dilakukan guna mendukung peningkatan produktivitas nasional melalui penyediaan infrastruktur bidang PUPR,” tambahnya.
Salah satu peserta pelatihan dari Direktorat Jenderal Perumahan, Arif Darmawan Kusumanto mengatakan, “Dalam diklat ini banyak manfaat yang diperoleh dari pengalaman yang berharga dari para pengampu dan kasus kasus lapangan dari peserta, seperti penanganan kontrak kritis, tugas dan fungsi elemen pengawasan pada tiap periode konstruksi, (dan) tindak lanjut terhadap sengketa pada penyelenggaraan konstruksi, yang sangat bermanfaat dalam menambah khasanah dalam pembelajaran terkait dinamika pengawasan pekerjaan konstruksi,” jelasnya.
Beberapa Pengajar/Widyaiswara pun telah memaparkan materi mengenai Pemahaman Umum Pengawasan dan Pengendalian Pekerjaan Konstruksi, Pengawasan dan Pengendalian pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, Pengawasan dan Pengendalian Pada Penyelesaian Pekerjaan Konstruksi, Pengawasan dan Pengendalian Pada Persiapan Pekerjaan Konstruksi, Peningkatan Integritas, Pencegahan Bahaya Narkoba, dan Pengarusutamaan Gender, Peraturan Perundang-Undangan Konstruksi, Perencanaan dan Pengendalian Pelaksanaan Kontrak, Seminar, Studi Kasus, dan Tata Cara Penjaminan Mutu Dan Pengendalian Mutu Pekerjaan Konstruksi.
Setelah menjalani Pelatihan dengan total 44 Jam Pelajaran (JP), 31 orang peserta dinyatakan lulus dan 2 orang dinyatakan tidak lulus. Tiga diantaranya berhasil mendapat predikat peserta terbaik, yaitu Maya Angraini, sebagai terbaik pertama berasal dari Direktorat Bina Teknik Permukiman Dan Perumahan; sebagai terbaik kedua yaitu Frila Isabella Siregar, peserta dari Direktorat Rumah Susun, Direktorat Jenderal; dan peserta dari Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II meraih terbaik ketiga yaitu Ghea Oktaviane Vikarani. (*)













