Patroli Indonesia, Medan – Jumlah air yang mengalir dan kapasitas alur sungai sangat ditentukan oleh interaksi karakter alam dan kegiatan manusia. Kejadian banjir sebenarnya adalah produk Daerah Aliran Sungai dengan seluruh komponennya. Berkaitan dengan pengelolaan banjir tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Banjir Terpadu pada Senin (07/03) di Badan Pengembangan Kompetensi Wilayah I Medan.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Permukiman, Ruhban Ruzziyatno dalam sambutan pembukanya mengatakan, menangani banjir tidak cukup hanya dengan merekayasa sungai, tetapi harus dengan merekayasa seluruh isi DAS baik secara fisik maupun non fisik.
“Pengelolaan banjir hendaknya kita lakukan melalui pendekatan pengelolaan area/lahan dan Sumber Daya Air, daerah pantai/pesisir dan pengelolaan daerah bencana pada suatu DAS dengan tujuan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan dari kejadian banjir ini,” ujar Ruhban.
”Banjir merupakan produk satu DAS (Daerah Aliran Sungai), oleh karenanya setiap kegiatan di daerah aliran sungai sesuai lokasi dan potensinya harus ikut berperan dalam mengurangi dan memperlambat aliran air dengan cara mempermudah infiltrasi air hujan yang meresap ke dalam tanah dan memperbanyak tampungan sebagai wadah sementara air sebelum digunakan untuk keperluan kita,” imbuhnya.
Adapun peserta yang mengikuti Pelatihan Pengelolaan Banjir Terpadu sebanyak 35 peserta dengan diantaranya para pejabat atau aparatur yang dinilai potensial untuk mengikuti Pelatihan tersebut dengan total 86 Jam Pelajaran (JP). Pengajar yang memberikan pembekalan pada Pelatihan ini adalah pejabat struktural dan fungsional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (*)













